Kantor Kelurahan Cigending Kota Bandung Disegel Oleh Yang Mengaku Ahli Waris


BAKINUPDATE.COM,- Bandung - Kantor Kelurahan Cigending Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung disegel.

Penyegelan dilakukan hari Minggu sekitar pukul 17.00 WIB oleh sekelompok orang yang mengaku dari LSM atas nama ahli waris Rafi'i.

Kuasa hukum ahli waris Rafi'i, Hendriyadi Halim, SH membenarkan peristiwa penyegelan tersebut dilakukan oleh sebuah LSM dan  dan ahli waris sepengetahuannya.

"Ya, saya mengetahui penyegelan tersebut dan sebelumnya ahli waris dari Bapak Rafi'i memberitahukan kepada saya bahwa akan ada penyegelan," tegas Hendri ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Dikatakan lebih lanjut, bahwa lokasi yang dipergunakan oleh kelurahan Cigending adalah milik Rafi'i. Ahli waris Rafi'i adalah pemilik sah lahan tersebut.

"Klain kami adalah pemilik sah lahan tersebut, dan pihak pemkot sampai sekarang tidak bisa membuktikan bukti kepemilikan." Tegasnya.


Terkait dengan berita tersebut, pihak redaksi belum dapat mendapat konfirmasi langsung dari pihak terkait, cuma redaksi berhasil menerima resume hasil rapat Hari Senin, 5 Maret 2018 tentang rapat sengketa lahan Kelurahan Cigending.

Dalam resume rapat tersebut, rapat dipimpin oleh Camat Ujung Berung, Drs. H Taufik, MM, dihadiri oleh Perwakilan Polsek Ujung Berung, Perwakilan Dan Ramil Ujung Berung,Perwakilan Satpol PP, Perwakilan BPKA Kota Bandung, Perwakilan DPKP3 Kota Bandung, Perwakilan Bagian Hukum Kota Bandung dan Perwakilan Ahli Waris.


Adapun hasil rapat tersebut adalah:
1. Tanah diklaim sebagai milik para ahli waris H. Rafi'i berdasarkan Leter C Kohir 640 Persil 214, 215, 233 atas nama H. Rafi'i dan Leter C Kohir 639 atas nama Ny. Siti Maemunah.

2. Pihak Pemkot Bandung dalam hal ini Bidang Pencatatan dan Pelaporan Aset BPKA, menyatakan bahwa tanah tersebut milik Pemkot Bandung.

3.Bagian hukum dan Setda Bandung menyampaikan bahwa penyegelan tidak berdasarkan hukum dan Lurah harus melaporkan kejadian penyegelan tersebut ke Polisi.

4. Untuk kepentingan umum dan pelayanan kepada masyarakat, gembok/segel harus segera dibuka.
5. Pihak ahli waris memohon untuk difasilitasi oleh Muspika agar permasalahan ini bisa dibahas lebih lanjut.



Pewarta: Anggadipura

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.