Kemungkinan Poros Ketiga Dalam Pilpres 2019 Akan Dibahas PKB


BAKINUPDATE.COM,- Jakarta - PKS menggiring isu pembentukan poros baru di Pilpres 2019, yakni Demokrat-PAN-PKB. PKB pun akan membahas potensi terbentuknya poros ketiga di pilpres nanti.

"Semua masukan akan dibahas dalam muspimnas," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan saat dimintai konfirmasi, Jumat (2/3/2018).

PKB akan menggelar musyawarah pimpinan nasional (muspimnas) pada akhir Juni mendatang. Agenda yang akan dibahas juga tentang strategi menjelang Pilpres 2019.


"Muspimnas akhir Juni nanti, harusnya di Jakarta, belum ditentukan tempatnya," jelas Daniel.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mendorong Demokrat-PAN-PKB bergabung menjadi satu poros di Pilpres 2019. Dengan demikian, akan ada 3 pasang calon yang akan berlaga di pilpres, sama seperti di Pilgub DKI.

"Saya sampaikan, kita ikhtiar 3 pasang calon, dan mungkin. Asal, tentu partai yang memungkinkan, partai yang mengusung pasangan ini juga punya kesadaran yang sama," ucap Sohibul, Kamis (1/3) seperti dikutif dari detik.com.



Sohibul lalu mengalkulasikan peluang munculnya 3 pasangan calon di Pilpres 2019, mengingat ada syarat ambang batas capres di UU Pemilu. Parpol atau koalisi parpol harus mengantongi total 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah hasil Pemilu 2014.

Skenario versi Sohibul ada 3, yaitu duet Gerindra-PKS, koalisi partai pendukung Joko Widodo, dan poros ketiga dengan calon pasangan alternatif. Saat ini, sudah ada PDIP, Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura yang mendeklarasikan pengusungan Jokowi di Pilpres 2019.

Beberapa partai yang menghuni parlemen memang belum menentukan sikap untuk Pilpres 2019. Selain Gerindra dan PKS, ada Partai Demokrat, PKB, dan PAN. Dua nama terakhir merupakan pendukung Jokowi pada pemerintahan saat ini.

Sohibul mendorong 3 partai tersebut membentuk poros baru dalam Pilpres 2019. Lagi pula, kata Sohibul, sikap dua dari tiga pimpinan partai tersebut 'abu-abu'.

"PAN, PKB, sama Demokrat. Yang kita lihat, kan Demokrat di luar pemerintahan, PAN paro-paro (separuh-separuh), Cak Imin (Ketum PKB Muhaimin Iskandar) kadang dalam, kadang luar. Gabung saja, nggak apa-apa, atas dasar keinginan bersama untuk membentuk demokrasi yang sehat, itu bisa," ucap Sohibul.

"Dan ini mengulang koalisi DKI, asyik kan? Asyik menurut saya. Ada PKS-Gerindra, ada Istana, kemudian ada Cikeas, mungkin kurang PPP karena sudah ke sana. Kenapa tidak dipikirkan seperti itu?" imbuhnya.

Partai Demokrat kini tengah membuka komunikasi kepada parpol-parpol. Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhotono sudah memulai safarinya.



Dia baru saja melakukan pertemuan dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan berencana melakukan dialog dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun, rencananya, PDIP akan mengirim Ketua DPP yang juga putra Megawati, Prananda Prabowo.

Sementara itu, PAN saat ini mulai kian mesra lagi dengan Gerindra dan PKS. Lalu, PKB juga disebut-sebut tengah menjalin komunikasi dengan poros Gerindra-PKS, yang akan mengusung Prabowo Subianto.

"Ya kan biasa kalau saya ketemu dengan Cak Imin. Saya sudah sering," ujar Prabowo, Kamis (1/3). 
(elz/imk)/detik.com




Red/Amf
Berita telah terbit di laman detik.com

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.