Napi Lapas Jelekong Bandung Ditangkap Karena Peras Ratusan Wanita Penghuni Lapas


BAKINUPDATE.COM,- Bandung, – Dikutip dari inews.com, Petugas Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung mengamankan tiga narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2 A Narkotika Jelekong Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018). Ketiganya diduga melakukan tindak pidana pemerasan terhadap ratusan wanita dengan modus video seks dan foto saat korban tidak mengenakan busana. 

Berbekal rekaman video dan foto tersebut, para tersangka mengancam para korbannya untuk menyerahkan sejumlah uang mulai dari Rp10 juta hingga Rp30 juta per minggu. Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi korban, maka para tersangka mengancam akan menyebarkan video tersebut ke media sosial. Dalam seminggu, para tersangka berhasil mengumpulkan uang hingga sebanyak Rp800 juta. 

"Rata-rata video atau foto korban, tidak mengenakan busana," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo saat pemaparan di Polrestabes Bandung seperti yang dikutp dari inews.com.

Kasus sini terungkap setelah polisi menerima pengaduan dari salah satu korban pemerasan. Korban mengaku diancam pelaku, bahwa video dan fotonya akan disebarkan ke media sosial. Tim dari Polrestabes Bandung lalu melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mencari bukti-bukti. Polisi lalu berhasil mengamankan para tersangka. 

"Akhirnya kami bisa menangkap tiga orang pelaku berturut-turut, masing-masing berinisial I berusia 25 tahun, D 30 tahun, dan F berusia 29 tahun. Mereka warga binaan di Lapas Jelekong Soreang Kabupaten Bandung," paparnya.

Berdasarkan pemeriksaan para tersangka, aksi kejahatan tersebut telah berlangsung selama dua tahun terakhir, tahun 2016 hingga tahun ini. Seluruh korban perempuan di berbagai wilayah Indonesia termasuk Jakarta, Bandung, Kediri, Surabaya, dan daerah lain. Bahkan, ada beberapa korban dari luar negeri, seperti Saudi Arabia. "Modusnya sama. Para pelaku mengancam menyebarkan foto dan video korban tanpa busana ke media sosial," katanya. 

Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku terlebih dahulu melakukan pendekatan pada para korban dengan selalu menggunakan akun media sosial palsu, baik di Facebook dan Instagram. Mereka menggunakan foto-foto menarik dan identitas palsu. Bahkan, tak jarang pelaku memasang foto sedang memangku anak dengan identitas duda dan mencari istri sehingga banyak perempuan tertarik. 

Pelaku akhirnya mendapat nomor ponsel dan berkomunikasi dengan korban. Selanjutnya, pelaku memperkenalkan diri bekerja di bidang yang dinilai menarik perhatian seperti polisi, pertamina, dan pelayaran. Setelah mulai dekat, tersangka mulai melancarkan rayuan sehingga berpacaran dengan para korban dan menjanjikan akan menikah. 

"Korban lalu dipancing untuk video call lewat WhatsApp dan sex by phone yang direkam pelaku. Setelah itu, korban mulai diperas dan diancam disebarkan foto dan video seksnya ke media sosial," kata Kombes Pol Hendro Pandowo.

Hingga saat ini, kepolisian terus mendami kasus tersebut karena diduga melibatkan para petugas di lapas. Sementara para pelaku ditahan di Mapolrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Para pelaku diancam pidana dengan pasal 368 KUHP dan dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," katanya.




Sumber: inews
Red/amf

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.