Pendeta Saefudin Ibrahim Diganjar Hukuman 4 Tahun Penjara


BAKINUPDATE.COM,- Tangerang -  Terdakwa  penghina Nabi Muhammad SAW, Pendeta Abraham Ben Moses alias Saefudin Ibrahim (52 tahun) dijatuhi hukuman vonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tangerang, Senin 7 Mei 2018.

Vonis putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Muhamda  Erlangga yang menuntut terdakwa hukuman penjara lima tahun penjara. Atas putusan hakim itu Jaksa Penuntut Umum  menyatakan pikir-pikir.

Sementara atas putusan majelis hakim, terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan banding. 

Sidang putusan pendeta penghina Nabi Muhammad  SAW itu berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang, dipimpin majelis hakim yang diketuai Hakim Muhammad Damis. Selain hukuman bui, Moses juga didenda uang Rp 50 juta atau jika denda itu tidak dibayarkan maka diganti hukuman satu bulan penjara.
"Menjatuhkan pidana penjara empat tahun dan memerintahkan terdakwa tetap dalam tahanan," kata Hakim Damis di hadapan persidangan terbuka untuk umum, yang disesaki pengunjung seperti yang dirilis dari Tempo.co.id.
Damis juga menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian terhadap individu tertentu, kelompok, masyarakat berdasarkan atas agama. Perbuatan terdakwa itu melanggar pasal 28 ayat (2) UU ITE.
Melalui akun Facebooknya, Abraham Ben Moses menampilkan video perbincangannya dengan seorang sopir taksi online bernama Supri. Setelah menanyakan agama sopir, Abraham mengutip salah satu ayat tentang pernikahan dalam agama sang sopir. Abraham kemudian melecehkan Nabi Muhammad, dan menghasut sang sopir agar mau masuk ke dalam agamanya.
Atas perbuatannya, Abraham ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri di rumahnya, Buaran Indah, Kota Tangerang, pada 5 Desember 2017. Polisi menyita barang bukti diantaranya 1 buah Iphone 6 Plus warna putih.
Sebelumnya, JPU Erlangga menyebutkan sebelum penangkapan dilakukan, penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI sudah memantau unggahan Abraham melalui YouTube dan Facebook.
Pada 26 November 2017, tiga penyidik, yakni Eko Yudha Prasetya, Fakih Nur Rahman, dan Yoga Dwi Cahya Sejati, menemukan akun atas nama Saifuddin Ibrahim membuat unggahan bermuatan permusuhan atau penodaan agama Islam. Postingan itu diunggah pada 12, 24, dan 26 November 2017. Selain itu, ada yang diunggah di YouTube.
Tak lama dari pantauan Bareskrim, dua anggota Bareskrim, yakni Dukut Pamungkas dan Ganda Putra Rezeki Sihombing, menangkap Abraham, pendeta penghina Nabi Muhammad SAW itu, di rumahnya di Buaran Indah.


Baca juga:

Pendeta Saifudin Ibrahim Ditangkap Polisi Terkait Ujaran Kebencian


Red/amf

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.