Tak Cukup Bukti, Polda Jabar Terbitkan SP 3 Untuk Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab


BAKINUPDATE.COM,- Bandung - Kepolisaian Daerah Jawa Barat akhirnya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atas Muhamad Rizieq Shihab terkait perkara dugaan pelecehan atau penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik keluarga Presiden Soekarno. Penghentian penyidikan tersebut karena tak cukup bukti.

Kasus yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarniputri tersebut sudah berjalan hampir setahun. Penyidik Polda Jabar pernah melimpahkan berkas perkara tersebut ke kejaksaan, namun dikembalikan lagi karena kejaksaan menilai belum memiliki kelengkapan formal maupun material. 

Berikut adalah kronologis kasus yang dilaporkan Sukmawati, seperti yang dilansir dari Tempo.co.id:


27 Oktober 2016
Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq Shihab ke Badan Reserse Kriminal Polri atas kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik mantan Presiden Soekarno. Rizieq dilaporkan berdasarkan bukti video ceramahnya di kawasan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, pada 2011.
Sukma mempersoalkan ucapan Rizieq yang menyatakan: “Pada Pancasila Soekarno, ketuhanan ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, ketuhanan ada di kepala.”
23 November 2016
Bareskrim Polri melimpahkan kasus Rizieq ke Kepolisian Daerah Jawa Barat. Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto beralasan tempat kejadian perkara Rizieq ada di Bandung, Jawa Barat.
23 Januari 2017
Polda Jawa Barat melakukan gelar perkara untuk kasus ini. Gelar perkara dilakukan Direktorat Reskrimum Polda Jawa Barat bersama Bareskrim Polri. Dalam gelar perkara, penyidik menggali fakta dari keterangan saksi dan alat bukti.
Selama penyelidikan, penyidik telah memeriksa 15 saksi, terdiri dari saksi fakta dan saksi ahli. Polisi juga memeriksa video rekaman ceramah Rizieq.
30 Januari 2017
Polda Jawa Barat menetapkan pimpinan Front Pembela Islam itu sebagai tersangka kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik. Polisi menyangka Rizieq melanggar Pasal 154 KUHP tentang penodaan lambang negara dan Pasal 310 tentang pencemaran nama baik. Polisi menyatakan telah mengantongi empat alat bukti. Namun, polisi memutuskan tidak menahan Rizieq.
7 dan 10 Februari 2017
Penyidik Polda Jawa Barat memanggil Rizieq untuk diperiksa pada 7 Februari 2017. Namun, dia tidak memenuhi panggilan itu. Penyidik kembali melayangkan surat panggilan pemeriksaan kedua pada 10 Februari 2017. Dia kembali tidak datang.
Rizieq mengatakan tidak akan lari dari kasus ini. Dia berdalih belum bisa memenuhi panggilan karena sibuk mengurus umat.
13 Februari 2017
Rizieq akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Jawa Barat. Dia membawa tesisnya yang berjudul ‘Pengaruh Pancasila Terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia’. Tesis itu untuk membuktikan dirinya tidak menghina Pancasila maupun Soekarno.
Polisi memeriksanya selama delapan jam. Usai diperiksa, Rizieq memberikan ceramah di depan pendukung yang mengawalnya di Masjid Pusdai, Jawa Barat.
2 Mei 2017
Polda Jawa Barat melimpahkan berkas perkara Rizieq ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
16 Mei 2017
Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Rizieq ke penyidik Polda Jawa Barat. Kejaksaan menyatakan berkas perkara belum memenuhi kelengkapan formal dan material.
26 April 2017
Rizieq dan keluarga berangkat umrah ke Arab Saudi. Pada akhir Mei, Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq sebagai tersangka untuk kasus lain, yakni dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi. Keesokannya, Polda Metro menetapkan Rizieq buron. Rizieq dikabarkan berada di Arab Saudi.
2 Juni 2017
Meski Rizieq tak ada di Tanah Air, Polda Jawa Barat masih berusaha melengkapi berkas perkara Rizieq dalam kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik Soekarno. Polisi meminta pendapat ahli hukum pidana untuk melengkapi berkas itu. Polisi menyatakan akan melimpahkan berkas ke kejaksaan, namun berkas tak kunjung dilimpahkan.
Februari 2018
Polda Jawa Barat menyatakan telah menerbitkan SP3 terhadap kasus ini sejak akhir Februari 2018. Polisi berdalih tidak memiliki cukup bukti.
Pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, mengaku baru mengetahui penghentian penyidikan kasus  Rizieq Shihab dihentikan pada awal pekan ini. “Senin ini saya baru diberitahu,” kata dia.


Red/amf

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.