Tim Anti Rasuah KPK Tangkap Kalapas Sukamiskin Bandung


BAKINUPDATE.COM,- Bandung - Operasi Senyap Tim Anti Rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil menangkap tangan Kalapas Sukamismin, Wahid Husen  pada Jumat malam atau Sabtu dini hari, 20 Juli 2018 di kediamannya daerah Bojongsoang Bandung.

Tim Anti Rasuah tersebut menangkap Wahid Husen atas dugaan korupsi pemberian fasilitas dan izin khusus bagi sejumlah narapidana di Lapas Sukamismin.

Penyelidikan kasus ini,menurut Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif dimulai sekitar bulan April 208 berdasarkan laporan masyarakat mengenai adanya dugaan jual beli sel dan fasilitas serta izin khusus bagi napi warga binaan.

Berdasarkan hal informasi tersebut dan berdasarkan pengumpulan data, akhirnya Kalapas Sukamiskin tersebut ditangkap KPK.

Berikut ini adalah kronologis penangkapan Wahid Husen berserta 4 orang lainnya.

PadaJumat malam sekitar pukul 22.15 WIB, Tim KPK menangkap Wahid Husen dan istrinya di rumahnya dan mengamankan mobil Mitsubitsi Triton Exceed, Mitsubitsi Pajero Sport Dakar warna hitam dan uang sebesar Rp. 20.505.000  dan 410 Dolar AS.

Tak beselang lama setelah itu, sekitar jam 00.00 WIB KPK menangkap Hendry Saputra Staf Wahid Husen di  Rancasari dan diamankan uang senilai  Rp. 27.255.000 dan Tim KPK membawanya ke LP Sukamiskin.

Di Lapas Sukamiskin, Tim KPK menangkap terpidana Korupsi Fahmi Darmawansyah di selnya.

KPK mengamankan uang sebesar 139.300.000,- dan sejumlah catatan sumber uang.

Menurut Tim KPK, Fahmi adalah pelaku utama yang menyuap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen guna mendapatkan fasilitas mewah di selnya dan fasilitas izin keluar masuk sel.

Setelah itu, KPK kemudian bergerak ke sel Andri Rahman (napi kasus pidana umum) yang diduga berperan membantu Fahmi dalam menyuap Wahid Husen.

Dari tangan Andri diamankan uang Rp.  92.260.000,- dan 1000 dolar AS serta ditemukan dokumen pembelian dan pengiriman mobil Triton Exceed. Dan ditemukan juga sejumlah telepon genggam.

Tidak hanya sampai disitu, Tim KPK juga kemudian naik ke lantai 3 menuju sel atas nama Charles Jonas Messang dan Tubagus Chaeri Wardhana dan Fuad Amin.

Namun ketiganya tidak diketahui keberadaannya dan tampak selnya kosong sehingga KPK menyegel ketiga sel tersebut.

Setelah itu, Tim KPK membawa Wahid Husen dan istrinya, Hendry, Andri, Fahmi ke Jakarta menuju gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan awal.

Sabtu, jam 00.30. Tim KPK menuju rumah istri Fahmi, Innekeu Koesherawati di Menteng Jakarta Pusat, dan membawanya ke Gedung KPK.

Setelah diadakan pemeriksaan,  4 orang dinyatakan sebagai tersangka yakni Wahid, Fahmi, Andri dan Hendry. Sedangkan istri Wahid dan istri Fahmi hanya sebagai saksi.



Baca juga:

Luar Biasa !! Tarif Kamar di Lapas Sukamiskin 200 - 500 Juta !!!









Pewarta: Mang Usep Zaenudin

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.