Wow !! Saksi Sebut, Aa Umbara Terima Dana 100 Juta Perak !!


BAKINUPDATE.COM,- Bandung - Sidang kasus suap yang menjerat  Bupati Bansung Barat, Abubakar dan 3 Kepala SKPD digelar di Pengadila Tipikor, Jalan RE Martadinata Bandung , Rabu 18 Juli 2018 dengan menghadirkan  enam orang saksi.

Salah seorang saksi mengungkapkan di depan sidang, bahwa Aa Umbara (sekarang Bupati terpilih Kabupaten Bandung Barat)  disebut-sebut menerma aliran dana dari hasil pengumpulan dan pemotongan uang dari setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Pemkab Kabupaten Bandung Barat. Disebutkan Aa menerima lansung dana 100 juta dan sisanya sebesar 155 juta diberikan melalui sopir dan ajudannya.

Hal itu terkuak dalam sidang dengan terdakwa mantan Kepala BKPSDM Bandung Barat, Asep Hikayat.

Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan para saksi dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, M Fuad, SH.
                                        Aa Umbara
JPU KPK menghadirkan tiga saksi lebih dulu, yakni Aulia Hasan (putra Bupati Abubakar), Caca (Staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan), Ilham (Staf BKPSDM).

Dalam sidangnya, Jaksa KPK menunjukkan sebuah catatan via infokus. Saat ditanya oleh Jaksa, saksi Caca membenarkan bahwa catatan itu adalah tulisan tangannya sendiri.

"Dalam catatan, ini tertulis 100 juta untuk ketua. Siapa yang dimaksud ketua itu?" tanya Jaksa KPK.

Kontan saksi Caca pun menjawab, bahwa yang dimaksud ketua itu adalah Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aa Umbara. Saksi Caca dalam pengakuannya, hanya disuruh untuk menyerahkan uang 100 juta kepada Aa Umbara. 20 juta ke sopirnya, 75 juta kepada ajudannya, 25 juta kepada ajudannya, dan terakhir 35 juta kepada ajudan Aa Umbara.

"Saya tidak tahu, uang itu untuk apa, hanya diperintahkan diserahkan kepada Ketua (Aa Umbara) oleh Bu Weti" kata Caca.

Terungkap pula dalam kesaksiannya, bahwa saksi Caca hanya diperintahkan oleh Weti Lembanawati untuk mengumpulkan  dan mengambil uang di setiap SKPD Barat Bandung Barat.

Saat ditanya oleh Jaksa tujuan pengumpulan uang tersebut, saksi Caca menjawab, "Saya tidak tahu untuk apa. Saya hanya menerima setoran dari perwakilan dinas atau kadang-kadang, orang dinasnya datang ke saya."

Dalam sidang tersebut, Jaksa KPK juga memperlihatkan foto-foto barang bukti uang ratusan juta rupiah dalam amplop lewat infokus. Total KPK menyita uang berjumlah 575 juta rupiah.

Kemudian, Jaksa KPK juga memutar percakapan seseorang lewat telepon yang disadap antara saksi Ilham dan saksi Caca. Disebut dalam percakapan tersebut saksi Ilham menyetor uang 199 juta dan 219 juta.

"Uang dari Ilham, totalnya 400 juta, apakah uang itu termasuk uang yang 575 juta?" tanya Jaksa KPK.

Dijawab oleh Caca, bahwa uang yang terkumpul bukan bagian dari yang 575 juta dan semuanya telah disetorkan kepada Weti. Dan atas perintah Weti, ia pun telah menyerahkan uang kepada orang lain.



Pewarta/Ade Nasihin








Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.