Edukasi Politik, Hiruk Pikuk Pilpres dan Pileg 2019

Oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia ( DMK )


BAKINUPDATE.COM,- Gebyar PILPRES, tidak terelakkan lagi, Petahana dan oposan saling gebrak dan gempur habis, hinggar binggarnya hingga menutup dinamika pertempuran PILEG

Apa yang bisa ditarik pelajaran dari kedua pesta demokrasi yg bersamaan ini, sudah barangtentu harus di sadari betapa dominasi PILPRES berimbas kuat terhadap PILEG

Dua lembaga survei yang cukup kredible LIPI dan LSI, sudah mengumumkan hasil kerjanya, keduanya ada kemiripan dimana Gerindra sebagai oposan bertengger menjadi partai nomor urut dua setelah PDIP, dan di ikuti GOLKAR menjadi nomor urut tiga.

Yang memprihatinkan dengan Parlementary Treshold 4%, beberapa partai yang sedang manggung sa'at ini terancam terdegradasi, suaranya di Senayan bakal hangus walaupun misalnya mampu mencapai 3,9% suara, atau sekira 22 kursi. Ke 22 kursi ini hangus, menjadi Nol kursi.

Yang betul-betul terancam terdegradasi, Hanura, Nasdem, PAN, PKS dan PPP, menurut hasil survey LIPI dan LSI, hanya lima Partai, yang aman dan selalu di atas PT 4%, yaitu PDIP, Gerindra, GOLKAR, PKB dan Demokrat, sementara yang di garis batas, dan masih ada harapan masuk Senayan adalah PKS dan PPP

Sementara Partai-partai baru tidak bisa berbuat banyak, semuanya menjadi partai nol koma, dan partai satu koma

Dengan Ritme PILPRES yang sedemikian dahsyatnya, dinamika PILEG dengan waktu enam bulan ini, diprediksi tidak akan mampu membuat akselerasi, jika dinamikanya konservatif dan tidak ada inovasi brilyan, dengan membuat kejutan  sehingga partai bisa lepas dari kemelut dan cengkraman dinamika PILPRES.

Karena sangat kuatnya Dinamika PILPRES, Elektabilitas Partai menjadi hampir-hampir terkunci oleh hegemoni PILPRES

Dari kondisi ini, dari kubu Petahana jelas yang sangat diuntungkan adalah PDIP karena Jokowi adalah trademarknya PDIP, dan PKB pun diuntungkan sedikit di atas PPP, dengan lahirnya Cawapres Kiayi Ma'ruf Amin (KMA), karena walaupun KMA independen, berasal dari MUI dan NU, ada historis yang sangat kental dengan PKB, dan historis dengan PPP satu garis di bawah kekentalannya dengan PKB, hitungan ini tentunya dengan melihat hasil survey dimana PKB mampu melewati suara Demokrat.

Sementara di kubu Oposisi hanya Gerindra yang diuntungkan dari Bonus Pilpres, karena kedua calonnya Capres dan Cawapres adalah dari Partai Gerindera.

Partai GOLKAR, dengan celoteh Nusron Wahid terlihat agak kecewa, dengan statement, tidak peduli Cawapres yang penting Jokowi menang.

Dan di kubu oposisi, Demokrat lebih parah, beberapa kader andalannya tegas-tegas mendukung Jokowi, seperti Tuan Guru Bajang NTB, Enembe dari Papua dan Sukarwo dari JATIM, dengan kondisi ini Demokrat tidak gegabah memecat kader-kadernya, melalui jubir AHY, membuat statement yang gamblang, pers bertanya, apa Demokrat pakai dua kaki ? Iya, kan kalau satu kaki jalannya jadi pincang.

Jika hasil survey ini terbukti kebenarannya, maka catatan yang penting bagi sistem PEMILU serentak seperti ini, semua caleg sesungguhnya bisa menuntut elit partainya agar mencalonkan presiden atau calon wapres terlebih dahulu, walaupun hitungan kalah, dengan demikian PILPRES PUTARAN SATU dapat menolong semua caleg dari partai yg punya calon presiden dan calon wakil presiden tersebut, dan kemudian PILPRES PUTARAN DUA, barulah semua partai fokus untuk pemenangan PILPRES YANG SESUNGGUHNYA, untuk mencapai 50 prosen plus satu. Koalisi Partaipun pada putaran kedua ini tidak akan saling merugikan.

NASI SUDAH MENJADI BUBUR, PIL PAHIT BAGI partai-partai yang tidak cerdas dalam menyikapi PEMILU serentak ini. PILPRES dapat menguntungkan, sekaligus merugikan bagi PILEG, bergantung kecerdasan politik dari elit partai peserta PEMILU bersangkutan.

Demikianlah Dinamika PILPRES yang sedemikian dahsyat, mengkooptasi proses PILEG, menjadi catatan penting bagi perbaikan proses Demokrasi di masa mendatang.

Penulis adalah :
Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat ( BIMA ) - 2015 Calon Wakil Bupati Bandung dari Partai Demokrat - 2018 Calon Walikota Bandung dari jalur Independen


Editor: Efin Afifudien

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.