Kicauan Pegiat Medsos Denny Siregar Terkait Video Pengeroyokan Anggota Jakmania, Tuai Reaksi Keras



BAKINUPDATE.COM,- Kicauan pegiat media sosial twitter, Denny Siregar tentang video pengeroyokan anggota Jakmania, Haringga Sirilla oleh oknum pendukung Persib Bandung menuai kecaman.
Denny Siregar mengomentari sebuah video pengeroyokan Haringga yang memuat teriakan kalimat tauhid. Belakangan, pihak kepolisian telah menyatakan bahwa video itu merupakan hasil gubahan orang tak bertanggung jawab.
“Para supporter itu menghabisi seseorang sambil berzikir ‘Tiada Tuhan Selain Allah’. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka semua. Apa karena keseringan lihat ISIS menggorok manusia?” tulis Denny di akun Twitter-nya, Senin (24/9) lalu.
Koordinator Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) Amirullah Hidayat menilai kicauan Denny itu sebagai sebuah bentuk sebaran kebencian dan bisa dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Menurutnya, ucapan Denny telah meresahkan umat Islam. Apalagi, Denny turut menyinggung ISIS dalam kicauan yang dilandaskan pada video bohong alias hoax itu.
“Untuk itu, polisi harus segera menangkap Denny Siregar sebelum umat Islam tergerak dan mengambil tindakan sendiri,” tutur Amirullah dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (26/9).
Amir menyebut bahwa seluruh rakyat Indonesia saat ini sedang berduka dengan tindakan tidak terpuji terhadap Haringga. Namun demikian, akan tidak etis jika ada pihak-pihak yang justru membuat provokasi atas kasus ini.
“Oleh karena itu, kita minta polisi segera tangkap Denny Siregar. Kalau ujaran kebencian ini dibiarkan jangan salahkan jika umat Islam marah dan mengambil tindakan sendiri kepada Denny,” tukasnya.
Polda Jabar memastikan dalam video penganiayaan terhadap Haringga Sirila (23) tidak ada teriakan lafad tauhid. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
Polisi pastikan tak ada kalimat Tauhid dalam video pengeroyokan Haringga
Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Selasa (25/9).
Dia menjelaskan, polisi mempunyai video yang menjadi alat bukti. Hal itu berbeda dengan video lain yang saat ini beredar di media sosial.
“Kami memiliki (videonya) persis tidak ada kalimat tauhid. yang jelas alat bukti yang kami miliki tidak seperti itu. Dapat dipastikan itu tidak benar,” tegasnya.
Polisi menduga ada pihak yang melakukan pengeditan video. Pihak kepolisian mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia mengimbau masyarakat tetap berkepala dingin dan tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan kembali video yang beredar.
“Kami akan melakukan penyelidikan melibatkan dirkrimsus melalui tim cyber. Kalau masalah dubbing akan diuji digital forensik,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden pengeroyokan mewarnai laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018). Dalam peristiwa itu, satu orang dikabarkan meninggal dunia.
Aksi pemukulan tersebut tersebar dalam rekaman video berdurasi 29 detik di media sosial dan aplikasi pesan whatsapp. Dari Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi di sekitar stadion menjelang pertandingan.
Satu orang pria terlihat korban dipukuli oleh tangan kosong. Pada akhir video terlihat pria lain memukulinya menggunakan benda tumpul. Korban diketahui bernama Haringga Sirila (23), warga Bangunusa RT 13/RW 03, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.

Red/amf
Posting Komentar
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.