Advokat Elvan Gomes: Polda Metro Jaya Punya Kewenangan Sita Barang Bukti Buku Merah

Hasil gambar untuk buku merah indonesialeaks

BAKINUPDATE.COM,- Jakarta - Polemik laporan pemberitaan Indonesianleaks hoaks atau berita bohong pada prinsipnya berawal dari Buku Bersampul Merah. Buku Merah  ini  ramai dibicarakan publik karena diduga memuat aliran uang perusahaan-perusahaan Basuki Hariman ke sejumlah pejabat negara dan petinggi Polri. Informasi beredar menyebutkan beberapa halaman buku telah dirusak oleh dua penyidik KPK. Kabareskrim, Kapolda Metro Jaya telah menyita Buku Merah itu dari KPK

Selain Buku Merah Ir Serang Noor, Polda Metro juga menyita dua barang bukti lain dari KPK. Yakni satu bundel rekening koran PT Cahaya Sakti Utama periode 4 November 2015-16 Januari 2017, dan satu Buku Bank berwarna hitam bertuliskan 'Kas Dollar PT Aman Abadi Tahun 2010'.

Polda Metto Jaya  menyita dokumen penting ini dan barang bukti berdasarkan   Surat Penetapan dari pengadilan. Yakni  Surat Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 98/Pen.Sit/2018/PN.Jkt.Sel tertanggal 23 Oktober 2018.

Baca juga:
Polda Metro Jaya Sita Buku Merah Sebagai Barang Bukti Kasus Perintangan Penyidikan

Penyitaan dilakukan berkaitan dengan penyidikan yang tengah dilakukan Polda Metro Jaya, yakni penyidikan tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan penyidikan, penuntutan atau pemeriksaan di sidang pengadilan atau pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 220, Pasal 231, Pasal 421, Pasal 422, Pasal 429 atau Pasal 430 KUHP sebagaimana dimaksud pada Pasal 21 dan atau Pasal 23 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang terjadi pada tanggal 7 April 2017 di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Penyitaan dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Sedangkan dari pihak KPK diwakili oleh Kepala Biro Hukum, unit Koordinasi Supervisi Penindakan dan Labuksi.

Di medsos dan media massa mulai muncul mempertanyaan secara  prasangka tentang penyitaan barang bukti ini oleh ,Polda Metro Jaya dari tangan KPK.

Baca jugaL

Kasus Laporan Pemberitaan IndonesiaLeaks di Mata Pakar dan Politisi

Mereka ini selalu  secara sepihak terus menerus apriori menuduh Kapolri Muhamnad Tito Karnavian  korupsi hanya karena  informasi tertulis di Buku Merah itu. Mereka pertanyakan dasar kewenangan Polda Metro Jaya  menyita dokumen barang bukti hukum itu dari KPK.

Harian Rakyat Merdeka bahkan berkesimpulan sendiri, KPK kalah gesit menghadapi skandal Buku Merah.KPK tidak bisa melawan sedikitpun ketika barang bukti ini disita oleh Polda Metro Jaya.

Media ini mengesankan Polda  Metro Jaya "merampas" Buku Merah dari tangan KPK. Padahal di media massa sama dijelaskan, penyitaan dokumen ini berkaitan dgn penyelidikan tindak pidana.

Advokat Senior Evan Gomes, SH secara tegas Polda DKI menyatakan, Polda Metro Jaya pasti mempunyai kewenangan hukum untuk melakukan penyitaan dokumen itu. Mereka yang mempertanyakan kewenangan Polda Metro Jaya menyita barang bukti dari lembaga penegak hukum  jarena tidak paham Kitab  Hukum Acara Pidana. Tentu bukan berpendidikan atau berpengalaman di bidang hukum pidana.

Baca juga:

Advokat Elvan Gomes, SH Resmi Gugat Tim IndonesiaLeaks ke Pengadilan

Selanjutnya, Elvan Gomes menegaskan, yang menyita adalah penyidik Polda Metro Jaya yang secara hukum melaksanakannya berdasarkan surat perintah penyitaan yang didasari oleh:
 1). Untuk kepentingan penyidikan.
2). Sesuai  yang diatur oleh  undang undang no. 08 tahun 1981 KUHAP pasal 1 (angka 2, angka 4, dan angka 5) yang sangat jelas kewenangannya dalam penyitaan tersebut.
3). Undang- undang no.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
4). Adanya laporan polisi. 5). Adanya surat perintah penyelidikan dan atau surat perintah penyidikan.



Penulis: YAMINUDIN
Pemred Media NSEAS

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.