Advokat Senior Elvan Gomes Akan Menggugat Pidana dan Perdata Tim IndonesiaLeaks


BAKINUPDATE.COM,- Jakarta - Dalam perjalanannya, masalah pemberitaan IndonesianLeaks tentang  Buku Merah  yang dikaitkan dengan tuduhan korupsi terhadap Kapolri Muhammad Tito Karnavian. Akan tetapi, respon  sebagian besar komentar dan penilaian  pemberitaan itu adalah sebagai hoaks dan berita bohong.

Penilaian  atas pemberitaan   IndonesianLeaks sebagai   hoaks ini bisa berujung pada pengadilan perkara perdata dan pidana. Yaitu  ada pihak-pihak  berkepentingan untuk menggugat secara hukum perdata dan pidana Tim IndonesianLeaks ini.

Advokat Elvan Gomes SH sungguh mendukung jika ada pihak tertentu mau mengajukan gugatan perdata dan pidana terhadap Tim IndonesianLeaks ini.

Sementara  pihak Tim IndonesianLeaks  siap menantang publik untuk membahas secara akademis laporan ini. Namun, belum ada pernyataan siap dibahas di pengadilan perdata dan pidana untuk mencari kebenaran pemberitaan sebagai bukti hukum.

Pertanyaan pokok tulisan ini adalah: Apakah  dasar atau alasan pemberitaan Tim IndonesianLeaks ini dapat digugat secara perdata dan pidana ?

Namun, apa dasar untuk menggugat secara perdata dan pidana Tim IndonesianLeaks terkait pemberitaan Buku Merah dan tuduhan Kapolri Muhammad Tito Karnavian diduga  telah melakukan tindak pidana  korupsi atau suap.

Pertama, Kompolnas telah mengklarifikasi langsung kepada Penyidik Polda Metro Jaya dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Hasil dari klarifikasi, tidak ditemukan apa   diungkap Tim  IndonesianLeaks.

Agar publik benar-benar percaya Tim IndonesianLeaks bersalah secara hukum, harus diselesaikan di depan  pengadilan oleh sejumlah Hakim.

Kedua, ada sejumlah pakar hukum menilai berita IndonesianLeaks itu hoaks  atau  berita bohong. Salah seorang  di antaranya Prof Dr. Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketiga, terdapat Pengamat Politik dan Kepolisian menilai  bahwa pemberitaan  IndonesianLeaks itu syarat motip perebutan kekuasaan di Kepolisian. Mereka menduga ada kekuatan interen menghendaki jabatan Kapolri Muhammad Tito.

Pengamat berpikir seperti ini antara lain Neta Pane, percaya, ada  indikasi pengkhianatan  berkaitan  maraknya pro kontra  kasus Buku Merah. Baginya, kasus Buku Merah  ini tidak bisa dibiarkan berlarut larut hingga menjadi ancaman keamanan nasional.

Keempat, Tim IndonesianLeaks ini telah melanggar Undang-Undang Pers terkait pembuatan pemberitaan.

Kelima, Tim IndonesianLeaks telah melanggar Undang-Undang berhubungan masalah rahasia negara. Tim ini dinilai telah mengambil dan menyiarkan rahasia negara dalam bentuk alat bukti negara.

Keenam, Tim IndonesianLeaks telah melanggar Undang -Undang  Keamanan Negara dan juga Undang-Undang ITE.

Ketujuh, Tim IndonesianLeaks berdasarkan KUHP, telah mencemarkan lembaga negara antara lain KPK dan Polri.

Kedelapan, Tim IndonesianLeaks telah melakukan pencemaran nama baik terutama kepada Kapolri Muhammad Tito Karnavian.

Kesembilan, atas pelanggaran hukum  dan  Undang-Undang Tim IndonesianLeaks ini dapat dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum. Mengapa? Karena ada pelanggaran Undang-Undang. Ada kerugian imaterial terhadap KPK dan Polri.

Elvan Gomes SH berencana akan menggugat perdata dan pidana Tim IndonesianLeaks. Apa dasarnya?

Menurut Elvan,  dalam aturan pidana,  ada aturan hukum menyatakan bahwa apabila setiap orang mengetahui ada perbuatan pidana harus melaporkan kepada penegak hukum.

Di lain pihak dasar Elvan Gomes SH  menggugat yakni Elvan sebagai Advokat sesuai dengan Undang-Undang Advokat dan melakukan laporan ke Polri selaku penegak hukum.

Advokat senior ini berharap dari pengalaman menggugat perdata dan pidana terhadap Tim IndonesianLeaks, dapat dijadikan pengetahuan publik dan pembelajaran politik demokrasi.

Bagi Tim IndonesianLeaks sendiri, bisa lebih menyadari pemberitaan yang tidak bisa dijadikan bukti hukum dapat berbalik menjadikan Tim sebagai Pelanggar hukum. Bukan pencari kebenaran dan obyektivitas. Juga terhindar dari perbuatan menyalahgunakan  prinsip kebebasan mengeluarkan pendapat dan opini atas nama pemberitaan Tim IndonesianLeaks. Padahal motip sesungguhnya adalah ekonomis dan politis.

Baca juga:

Berita Kapolri Jendral Tito Karnavian di Buku Merah IndonesiaLeaks "Bukan Bukti Hukum"


Penulis:
Pemred Medianseas, : Yaminudin



Red/amf
Posting Komentar
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.