Yusril Duga Surat Panggilan Palsu KPK ke Kapolri, Upaya Benturkan Aparat Penegak Hukum

Hasil gambar untuk yusril ihza

BAKINUPDATE.COM,- Jakarta - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mensinyalir surat panggilan palsu alias hoaks Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus korupsi merupakan upaya membenturkan KPK dan Polri.
Yusril dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (27/10), menyampaikan, upaya tersebut diduga untuk merusak hubungan KPK dan Polri yang sudah berjalan harmonis termasuk dalam menegakkan hukum, khususnya dalam memberantas korupsi.
Hoaks yang disebarkan jelang 2019 tersebut disinyalir juga merupakan upaya untuk memperlemah pemerintah dan penegakan hukum. Dalam 3 tahun terakhir, KPK berupaya menyelesaikan kasus-kasus yang tertunda. Sedangkan Polri mempunyai tugas yang lebih luas yakni menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selain menangani kasus korupsi.
Surat panggilan hoaks pemeriksaan KPK terhadap Tito, juga itu guna menggerus kewibawaan Polri dan memecah konsentrasi dalam menegakkan hukum dan memelihara kamtibmas.
"Saya berharap beredarnya surat panggilan hoax ini tidak mengganggu hubungan harmonis antara KPK dan Polri yang telah terbina selama ini. Hubungan Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolri Jenderal Tito selama ini juga berjalan baik," kata Yusril seperti yang dilansir dari gatra.
Yusril secara pribadi mendukung kedua lembaga hukum tersebut menjalankan tugas dan fungsinya. Ia juga berkeyakinan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mendukung penuh.
"Presiden juga pasti mendukung hubungan baik KPK dan Polri yang suda berjalan selama ini karena itu baik buat penegakan hukum kita dan bagus bangsa kita. Jadi jangan lah kita merusak suasana yang suda baik itu," ujar Yusril.


Iwan Sutiawan
Posting Komentar
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.