Prospek KMA Bagi Umat Islam


BAKINUPDATE.COM,- Leadership KMA Insya Allah tidak diragukan bagi ummat, leadershipnya sangat kuat, kubu oposisi memang selalu mencibir dan meragukan dia, dengan asumsi hanya diperalat Jokowi dan  tim.  Sesungguhnya dalam politik bisa terjadi sebaliknya, dan dengan kekuatan yang diberikan Allah Swt. justeru Jokowi bisa disetir oleh KMA. Ibaratnya seperti hikayat Nabi Yusuf AS. di dalam Al-Qur'an, menyetir Raja untuk menghadapi kemarau panjang.

Sementara kondisi Prabowo dan Sandi Uno.... sangat meragukan untuk membawa bendera Islam. Keduanya berasal dari Partai Nasionalis, bahkan Gerindra itu bisa disebut Neo Sosialis, penjelmaan kembali dari partai ayahnya Prabowo Partai Sosialis Indonesia (PSI).  Bukti-buktinya jelas! Pengurus kota/kab dan wilayah, semuanya penunjukkan langsung oleh Ketua Umum Partai, tidak ada Musda  dan Muscab. Demokrasi sudah tidak ada di Partai Gerindera.

Kemudian, semua politisi tahu, style Partai Nasionalis manapun, yel-yelnya tidak ada Takbir... karena prinsipnya menghargai kader-kader  di luar Islam.

Yang kental dengan yel-yel Takbir, cuma  Partai-Partai  Islam,  terutama PPP, PKS, PKB, PAN dan PBB

Apa yang bisa diharapkan bagi perjuangan Islam, takbir saja kering. Prabowo itu terlihat orientasinya Gerindera dengan tangan besi, posisi Wapres, Ketua Timses dan Wagub DKI, semuanya dibabat habis untuk Gerindra. Teman koalisinya PKS tidak dikasih porsi apapun.

Dari sini saja sudah terlihat politiknya Prabowo. Bagi dia, kalahpun tidak masalah, yang penting bagi dia Gerindra menjadi partai nomor dua di Indonesia, hal ini prestasi politis gemilang tentunya.

Dan memang Prabowo, sudah terbiasa kalah.  Jadi perhitungan "kalau kalahnya" sangat kuat.

Menang di Pilpres bagi dia hanya bonus saja. Tanda-tandanya terlihat dari gesture penghormatan kepada Megawati dan Jokowi tatkala event-event  Asian Games dan undian nomor urut, terlihat jelas Prabowo sangat menjaga hubungan baik dengan Megawati. Sangat berbeda dengan SBY yang ibarat air dan minyak hubungannya dengan Megawati.  Tentunya hal ini untuk persiapan restu Mega di 2024 yang  sebetulnya hitungan politis lima tahun, bukanlah waktu yg lama, dan untuk tahun 2019. Mau tidak mau Prabowo harus berhitung masih teramat berat, dan terbukti dari ijtima hasil survey, semuanya memenangkan Jokowi & KMA.

Demikian analisis politis ini, Believe or Not. Tinggal kita buktikan 17 April 2019. Memang waktu masih ada enam bulan lagi, apakah mampu oposisi keluar dari kuncian petahana yang sedemikian dahsyat? Tentu pilihannya jika sulit mengambil jalan di 2019, yang paling tepat adalah tari ulur, untuk penguatan di 2024.

Para politisi dengan basis ideologi Islam, sudah barang tentu barometer yang paling  klop untuk sa'at ini adalah Pak Kiayi Ma'ruf Amin, personal garansinya lebih menjamin bagi kepentingan ummat Islam. Siapapun tau menjadi Ketua Rais Am NU dan Ketua MUI bukan posisi sembarangan, dan itulah bukti mumpuni dari keilmuan dan sudah menjadi kepercayaan ummat Islam.

Dalam dinamika politis, wajar sebagian ummat Islam belum siap mendukung Pak Kiayi, dan tidak bisa melihat kebaikan KMA jadi Wapres, wajar saja masih terkooptasi hegemoni oposisi. Someday, manakala Kiayi jadi Wapres, semua ummat Islam akan sadar... dan pasti akan mendapatkan Barokahnya dengan terpilihnya KMA sebagai Wapres. ISLAM AKAN ADA PENGUATAN SIGNIFIKAN DENGAN KEPEMIMPINAN KIAYI MA'RUF AMIN. Dia sangat mumpuni, untuk membawa bendera Islam. Ummat Islam Tinggal mengawal KMA sebagai Wapres. Aamiin YRA

Allahu Akbar....



Penulis: Ir.Dony Mulyana Kurnia
adalah Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat ( BIMA 

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.