Jaksa Yang Pernah Tangani Kasus Ahok, Jadi Korban Kecelakaan Lion Air JT 610


BAKINUPDATE.COM,- Musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 masih menjadi sorotan Banyak diantara korban yang merupakan penumpang pesawat tersebut merupakan pegawai pemerintahan bahkan pejabat daerah.
Andri Wiranofa, Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung juga menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.
Nama Andri Wiranofa sebelumnya pernah terdengar di media karena ia merupakan jaksa penuntut umum kasus penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Diketahui, Andri masuk tim yang terdiri dari 13 Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus Ahok.
Informasi yang dihimpun, Andri menjadi JPU kasus penistaan agama bersama Ali Mukartono (Ketua), Reky Sonny Eddy Lumentut, Lila Agustina, Bambang Surya Irawan dan J Devi Sudarsono.
Selain itu terdapat pula Sapto Subrata, Bambang Sindhu Pramana, Ardito Muwardi, Deddy Sunanda, Suwanda, Diky Oktavia, dan Fedrik Adhar.
Sebelum kembali ke Bangka Belitung, Andri berada di Jakarta untuk berkumpul bersama keluarganya. Setelah itu, Jaksa Andri menggunakan pesawat Lion Air JT 610 karena ia akan kembali bertugas ke Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Andri pun menuju Pangkalpinang dijadwakan berangkat pukul 06.20 WIB dari bandara Soekarno-Hatta.
Hal yang Janggal
Saat akan kembali bertugas ke Pangkalpinang, biasanya istrinya tak ikut bersamanya. Namun kali ini istri Jaksa Andri ikut serta dalam penerbangan nahas tersebut.
“Jaksa Andri ini tidak biasanya istrinya ikut, tapi tadi pagi ikut, mungkin sudah firasat atau gimana saya enggak tahu,” ujar Stafsus Gubernur Bangka Belitung Bagian Hukum, Politik dan Pemerintahan, Dimas DP S.kom, SH MH, Senin(29/10/2018).
Dimas juga mengatakan, jaksa Andri biasanya selalu sendiri saat terbang untuk bertugas ke Pangkalpinang.
Jaksa Andri terbiasa pulang pergi Jakarta-Pangkalpinang karena seluruh keluarganya, anak dan istri berada di Jakarta.
Namun anaknya tidak ikut dalam penerbangan tersebut.
“Dia memang biasanya sendiri pulang pergi. Ini istrinya ikut tapi anaknya enggak,” ujar Dimas.
Berdasarkan informasi, pasangan suami istri ini duduk bersebelahan. Jaksa Andri duduk di kursi nomor 8A, sementara sang istri duduk di kursi nomor 8 B.
Hingga kini jenazah Andri beserta istri masih belum diketahui keberadaannya. Tidak hanya Andri, ada beberapa jaksa yang berada di dalam pesawat nahas tersebut.
Disebutkan ada Kasis Pidsus Pangkalpinang Dody Junaedi yang duduk di kursi 19 E, lalu ada Shandy Joham Ramadhan, Jaksa Fungsional Bangka Selatan duduk di kursi 7 F dan Staf Tata Usaha Kejati Babel bernama Sastiarta duduk di kursi 34 E.
Jatuhnya Lion Air JT 610
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 dilaporkan jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi.
Sebanyak 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, 2 bayi, 2 pilot dan 5 flight attendants dilaporkan hilang dalam kecelakaan tersebut.
Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.10 WIB pagi ini dan seharusnya, tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang pukul 07.20 WIB.
Pesawat Lion Air JT-610 ini diketahui kehilangan kontak 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Bandara Soekarno-Hatta.
24 Kantong Jenazah Ditemukan di Tanjung Karawang
Hingga, Senin (29/10/2018) pukul 18.32 WIB, tim gabungan sudah menemukan 24 kantong jenazah di perairan tanjung Karawang.
“Informasi per 29 Oktober 2018 bahwa telah menerima konfirmasi dari Basarnas yaitu 24 kantong jenazah. Upaya evakuasi seluruh penumpang, kru, dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada Senin di perairan Karawang, Jawa Barat, akan terus dilakukan,” kata Corporate Communication Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro pada Selasa dini hari, (30/10/2018).

Red/amf

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.