KPK Akan Kejar Fakta Persidangan Dugaan Keterlibatan Cak Imin


BAKINUPDATE.COM,- Jakarta - KPK akan mengejar fakta persidangan dalam kasus dugaan suap alokasi tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018.
Salah satu fakta yang terungkap, uang suap yang diterima oleh Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Amin Santono itu digunakan untuk mahar politik anaknya, Yosa Octora Santono yang maju menjadi Bupati di Kuningan.
Selain itu, penerimaan uang yang disebut untuk alat peraga kampanye itu, diduga diketahui oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, setiap fakta persidangan pastinya akan menjadi perhatian khusus Jaksa Penuntut Umum (JPU).
"Bila ada informasi-informasi yang bersifat spesifik tentu penuntut umum akan membuat analisi dan rekomendasi dari fakta persidangan," ujar Febri saat dikonfirmasi di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (13/11) malam.
Kemudian terkait dengan alasan mengapa KPK tidak memeriksa Cak Imin dalam penyidikan perkara Amin Santono, Febri menjawab, bahwa proses penyidikan bertujuan untuk membuktikan perbuataan tersangka. "Tentu tidak semua pihak diperiksa," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Bendahara Umum PKB Rasta Wiguna mengaku, berkomunikasi dengan Cak Imin setelah memperoleh uang dari Amin Santono dan konsultan bernama Eka Kamaludin sebesar Rp1,2 miliar.
Menurut Rasta uang tersebut akan dipergunakan untuk membiayai alat peraga kampanye anak Amin, Yosa Octora Santono.
Rasta juga mengakui, komunikasi dengan Cak Imin dilakukan sebagai tindaklanjut pertemuannya dengan Eka. Sebagaimana, Eka meminta agar Yosa dapat maju sebagai calon Bupati Kuningan.
"Pak Eka waktu itu ketemu saya minta difasilitasi karena anaknya Pak Amin, Yosa mau jadi calon bupati di Kabupaten Kuningan," ujar Rasta dalam persidangan kasus tersebut.


Red/amf
Posting Komentar
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.