KPK Tak Yakin Pertemuan Ceo Lippo Group James Riady Dengan Bupati Bekasi Hanya Silaturahmi


BAKINUPDATE.COM,- Jakarta - Komisi Anti Rasuah atau KPK Komisi Pemberantasan Korupsi tidak langsung percaya  begit saja atas pengakuan  CEO Lippo Group James Riady bertemu dengan Bupati Bekasi non aktif hanya bersofat silaturahmi.
Jurubicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, pengakuann itu tidak membuat penyidik berhenti untuk mendalami keterkaitan James dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.
Menurur Febri penyidik tidak sepenuhnya percaya dengan pengakuan itu dan tetap mendalami pembicaraan dalam silaturahmi James bersama Neneng.
"Silakan saja kalau saksi (James) mengatakan alasannya silaturrahmi, Ada atau tidak ada pembicaraan terkait proyek Meikarta misalnya, tentu itu menjadi point yang kami dalami terhadap saksi James Riyadi, atau terhadap bupati sendiri dan juga kalangan lain yang mengetahui hal tersebut," jelasnya di gedung KPK, Jakarta, Senin (12/11).
Dalam mengungkap dugaan keterlibatan Lippo Group, KPK telah memiliki sejumlah barang bukti. Termasuk dugaa keterlibantan James.
Salah satunya bukti rekaman pembicaraan Neneng. Beberapa hari lalu, penyidik telah mengambil contoh suara Neneng.
Menurut Febri hal ini untuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menyeret sembilan tersangka itu.
"Pasti komunikasi yang kami pegang tersebut itu sangat relevan dan terkait dengan perkara yang sedang disidik ini," ujar Febri.
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Mereka adalah Neneng Hasanah, Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi.
Adapun dari pihak swasta adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen

Red/amf
Posting Komentar
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.