Pakar Komunikasi: "Tampang Boyolali" Bukan Sebagai Bentuk Penghinaan Melainkan Bentuk Komunikasi Simbol Yang Sukses


BAKINUPDATE.COM,- . Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto soal 'tampang Boyolali' dinilai bukan sebagai penghinaan. Melainkan sebagai bentuk komunikasi Prabowo kepada publik.
"Sambutan publik spontan tertawa renyah, itu bukti publik suka dengan sebutan tersebut dan faham jika Prabowo Subianto sedang bergurau. Dan gurauan itu nyambung," jelas pakar komunikasi sosial politik Anton Tabah Digdoyo kepada rwartawan  Minggu (4/11) seperti dilansir dari RMOL.
Baca juga:
Dia menjelaskan, dalam berkomunikasi, seorang orator harus melibatkan audiens agar suasana hidup dan efektif. Karenanya, sangat wajar jika Prabowo bercanda dengan terminologi tampang Boyolali karena sedang melakukan komunikasi dengan masyarakat Boyolali. Apalagi, pembahasannya terkait ketimpangan ekonomi antara orang kaya di perkotaan dan penduduk miskin di pedesaan.
"Bukan penghinaan terhadap warga Boyolali. Itu juga bukan mengatakan orang Boyolali tak pantas menjadi kaya. Tapi ketimpangan pembangunan efek dari kebijakan pro kapitalis sehingga rakyat tidak menikmati ekonomi yang dinilai rezim berhasil tersebut," papar Anton.
Baca juga:
Dia mencontohkan pernyataan pimpinan Banser NU bahwa anggota Banser berkelahi tangan kosong dengan anggota TNI pasti menang jelas sebuah penghinaan. Sebab sama saja menganggap anggota TNI tidak bisa berkelahi.
"Justru ini ada unsur merendahkan TNI yang tiap hari latihannya kelahi baik tanpa senjata maupun bersenjata. Makanya di TNI-Polri ada azas siap setiap saat menghadapi musuh secara proporsional dan profesional," pungkas Anton yang juga mantan perwira Polri. [wah]
Posting Komentar
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.