Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Bangkalan Resmi dibuka Bupati Bangkalan


BAKINUPDATE.COM, -Bangkalan - Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Bangkalan tahun 2018 diselenggarakan di gedung pertemuan “Rato Ebuh” Jl. Jend. Ahmad Yani Bangkalan. Pembukaan BID Kabupaten Bangkalan yang dilaksanakan pada hari Kamis (20/12) siang sekitar pukul 10.00 WIB, dibuka langsung oleh Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron.

Hadir dalam acara pembukaan BID antara lain, Satker P3MD (Program Pembangunan  Pemberdayaan Masyarakat Desa) Provinsi Jawa Timur,  Konsultan Program Wilayah (KPW) Provinsi Jawa Timur, Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID Kabupaten Bangkalan, Camat se- Kabupaten Bangkalan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, Kepala Desa serta BPD nya serta tokoh masyarakat se Kabupaten Bangkalan.


Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa selaku ketua Tim Inovasi Kabupaten, Mulyanto Dahlan, SH. MH dalam sambutannya menyampaikan,”Bursa Inovasi Desa menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.”

Setelah sambutan Ketua Tim Inovasi Kabupaten, dilanjutkan dengan sambutan Bupati Bangkalan sekaligus secara simbolis menyerahkan sertifikat Inovasi Desa.

Dalam kesempatan wawancara dengan beberapa awak media yang hadir, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menyampaikan,”Acara Bursa Inovasi Desa ini bahwasanya mengharap untuk inovasi dan kreativitas desa setempat agar memaksimalkan dana desanya se-efisien mungkin.” Ra Latif menjelaskan jika anggaran dana desa kedepan sudah mengurangi kegiatan infra struktur. “Jadi, mengalihkannya mungkin melalui program inovasi desa ini.” Tutur Ra Latif.



Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Mulyanto Dahlan SH, MH menjelaskan lebih rinci penjelasan Ra Latif pada media. Mulyanto mengatakan,” Hampir 90% infrastruktur ini telah terselesaikan. Harapan kami, penyertaan modal ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh Bumdes.” Mulyanto lantas melanjutkan,” Yang paling diharapkan, Bumdes ini memberikan akses PAD bagi Desa.”

Mulyanto kemudian menjelaskan mengenai perbedaan Bursa Inovasi Desa (BID) dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),”BID ini menampilkan produk-produk lokal yang akan diangkat dari desa tersebut, sedangkan Bumdes memasarkan dari hasil inovasi desa atau hasil dari produk-produk lokalnya itu.” Tutup Mulyanto.


Biro Madura Raya
Pewarta: Ahsanul Ahsan SE
Posting Komentar
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.