Menyaru Jadi Karyawan Ternyata Anggota Komplotan Garong


BAKINUPDATE.COM,- BANGKALAN - Komplotan pencuri yang beranggotakan 4 (empat) orang yang melakukan aksinya di toko “Natural” Jalan Panglima Sudirman Bangkalan berhasil diungkap oleh Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan pada Selasa (22/01/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Anggota Opsnal langsung bergerak saat ada informasi keberadaan salah seorang pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan tersebut diketahui.

Berdasar informasi dari Humas Polres Bangkalan yang dihimpun pewarta bakinupdate.com pada Rabu (23/01/2019),  kronologis penangkapan para pelaku anggota komplotan garong tersebut bermula saat anggota Opsnal menyelidiki keberadaan pelaku mendapat informasi jika salah satu pelaku berada di sebuah cafe di perumahan belakang MAN,  mengetahui hal tersebut anggota opsnal langsung menuju ke cafe dimaksud dan kemudian berhasil mengaman tersangka  Muhamad Hazim (21 tahun) warga Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan.

Saat dilakukan pengembangan, Anggota Opsnal berhasil mengamankan tersangka Ali Wefa (19 tahun)  dirumahnya Jalan Pemuda Kaffa Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Kemudian mengamankan tersangka Roi Hanafi (21 tahun) dirumahnya di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Mlajah Kecamatan Bangkalan. Terakhir, jajaran Opsnal mengamankan tersangka  Mohammad Ilham (19 tahun) di jalan ampel,  Kecamatan.  Semampir,  kota surabaya.

Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan SIK MH melalui Kasubbag Humas Polres Bangkalan, AKP Moh Widji Santoso SH menyampaikan,”Komplotan pencurian dengan pemberatan ini memiliki tugas masing-masing.” Widji lantas memperinci peran masing-masing pelaku,  Muhammad Hazim berperan sebagai eksekutor dan membuat kunci palsu/ganda untuk membuka pintu toko, Ali Wefa berperan sebagai Eksekutor, Mohammad Ilham berperan mengawasi dan Roi Hanafi berperan mengawasi.


“selama bulan Desember 2018 sekitar 1 minggu bekerja sebagai karyawan di toko Natural, tersangka Muhamad Hazim membuat kunci ganda/palsu pintu toko tersebut. Setelah jam istirahat, tersangka Muhamad Hazim dan tersangka lainnya mengambil uang milik juragannya di dalam tas yang disimpan didalam toko secara berulang – ulang sejak bulan Desember 2018 s/d tanggal 4 Januari 2019.” Papar Widji menjelaskan kronologi kejadian.

Widji juga menjelaskan bahwa uang dari hasil kejahatan tersebut oleh masing-masing tersangka digunakan untuk membeli barang-barang. Dengan kejadian tersebut,  korban yang bernama Fernanto Suwono (51 tahun) pemilik toko Natural  mengalami kerugian sekitar Rp.  30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).

Barang bukti yang diamankan antara lain, uang tunai sebesar Rp.  5.800.000,- (Lima juta delapan ratus ribu rupiah), Handphone (HP) merk oppo f9 warna hitam, Sepotong kaos warna merah, sepotong kemeja motif kotak-koyak warna ungu, sepotong celana jeans warna abu-abu, sepotong trening warna kuning, sepeda motor Merk Honda Beat warna putih biru nopol M-5795-J, sepeda motor Merk Honda Scopy warna putih biru nopol M-6856-GC, tas warna hitam, kunci ganda/palsu pintu toko serta rekaman CCTV (closed-circuit television). “Tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP.” Tutur Widji menutup penjelasannya.


Biro Madura Raya
Pewarta : Ahsanul Ahsan SE

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.