Diduga Eks Kabag Ekonomi Pemkab Purwakarta Salahgunakan Wewenang


BAKINUPDATE.COM,- Bandung, JAI – Mantan Kabag Ekonomi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta Nina Aminah Bajri (NAB) menghadiri sidang lanjutan gugatan No. 32/Pdt-G/2018/PN.PWK di Pengadilan Negeri Purwakarta Jl. Kornel Singa Winata No. 101 Kab. Purwakarta, (Senin, 29/4).
Seusai sidang, NAB menolak mentah-mentah ketika dikonfirmasi wartawan, “No coment, no coment hak saya tidak mau berkomentar,” cetusnya dengan nada tinggi sembari pergi seperti yang dilansir dari JAI.
Sebagai pejabat publik NAB tidak sepatutnya bersikap demikian kepada wartawan, karena pada dasarnya wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan terikat Kode Etik Jurnalistik.
Penasaran dengan sikap NAB yang terkesan alergi saat dikonfirmasi, akhirnya awak media mencari tau tentang kasus yang menyeret NAB hingga ke pengadilan dengan mengorek keterangan dari berbagai nara sumber.
Menurut keterangan salah satu nara sumber terpercaya kepada JAI mengatakan, NAB dalam kapasitasnya sebagai pejabat pemerintah diduga kuat menyalahgunakan wewenang saat dirinya mejabat sebagai Kabag Ekonomi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta sehingga berpotensi merugikan pihak lain dan juga memperkaya diri pribadi.
Modus yang digunakan NAB, kata sumber, yaitu dengan memperjualbelikan perizinan agen elpiji 3 Kg (bersubsidi) dimana setiap agen mengeluarkan anggaran ratusan juta rupiah. Parahnya lagi, NAB diduga kuat melakukan bisnis penjualan elpiji di rumahnya sendiri dengan mengatasnamakan orang lain.
Lanjut sumber, atas kesewenang-wenangan NAB, tidak sedikit agen elpiji 3 Kg di Purwakarta yang mengalami kebangkrutan. Hal ini dikarenakan tindakan NAB yang membentuk tim untuk melakukan Sidak (Inspeksi mendadak) dengan mencari kesalahan agen elpiji 3 Kg di Purwakarta yang menjual dengan harga di atas harga standar kemudian digrebek untuk didenda atau dicabut surat izinnya.
“Setelah dicabut izin agen tersebut kemudian dijual ke calon agen lainnya dengan nominal harga sekitar Rp 300 jutaan,” kata sumber.
Akibatnya, ada salah satu agen yang shok karena tindakan NAB dengan timnya itu sehingga isteri pemilik agen tersebut sakit dan meninggal dunia.
Keberanian NAB dalam melakukan tindakannya itu diduga tidak sendirian, melainkan ada beberapa pihak yang mendukungnya. Tim investigasi Jurnal Aktual Indonesia (JAI) sudah mengantongi beberapa nama yang saat ini masih dalam penelusuran guna melaporkan kepada pihak yang berwenang di kemudian hari.

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.