Kedaulatan Ada Di Tangan Rakyat, UUD 1945 Pasal 1 Ayat 2



Oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia ( DMK )

VAKINUPDATE.COM,- Hinggar binggar pilpres telah sampai di penghujung perhitungan akhir KPU - 22 Mei, setiap sa'at KPU di tuduh curang, walau anggota2nya bekerja keras, hingga banyak yang meninggal dunia, akibat kelelahan dalam menjalankan tugasnya. Mudah2an pahlawan-pahlawan bangsa ini, khusnul Khatimah. Aamiin YRA.

Siapapun tau, emosi masa terhadap pilpres begitu tinggi, lain halnya dengan pileg, walau sangat rawan kecurangan, dan sangat sulit untuk mengontrolnya, tidak ada yang protes, pileg adem ayem saja, tanpa ada tuduhan2 curang, padahal mana kala kita lihat mekanisme perhitungan suara dari tingkat TPS, kita semua mudah menilai, sangat sulit sekali melakukan kecurangan di pilpres, saksi-saksi dari kedua belah pihak sangat banyak, karena capresnya hanya dua, dan emosi masa sangat besar.

Kedaulatan ada di tangan Rakyat, demikian prinsip mendasar kita bernegara, eksistensi ini di tandai dengan runtuhnya Diktator ORLA 25 tahun, dan ORBA 32 tahun, dalam kedua era ini, Kedaulatan Rakyat dipasung dengan Demokrasi Bonsai ala ORLA & ORBA, dan Rakyatpun tidak punya harga diri, cuma jadi kesednya para elit.

Eksistensi Kedaulatan Rakyat, lahir di era Reformasi 98, dengan menggelinding kencang Demokrasi liberal yang sangat rawan konflik, semua elit berpacu dengan kuda hitam dan kuda putihnya Machiaveli.

Apapun dilakukan demi libido Kekuasaan, tidak peduli Indonesia hancur berantakan, bahkan punya pikiran kotor lebih baik hancur semua daripada tidak bisa berkuasa, iblis dan syeitan kekuasaan ini sangat kental terasa merasuki bangsa yang sedang kesurupan pilpres ini, sementara para malaikat yang mengajak untuk berjiwa besar, dengan tidak sombong jika menang, dan secara kesatria menerima, jika kalah, tidak mendapatkan tempat yang baik, karena pikiran dan hati sudah penuh sesak oleh syeitan dan iblis dengan berbagai dalih dan dalilnya.

Apapun halal bagi elit politis, asal dapat mempengaruhi emosi masa lima tahunan. Disinilah Rakyat di tantang untuk cerdas, dan tidak mudah untuk terprovokasi oleh kepentingan2 elit. Sehingga Kedaulatan Rakyat tetap eksist tidak tergoyahkan.

Kedaulatan Rakyat adalah hak milik, satu-satunya yang tersisa bagi rakyat, di samping kesulitan dan beban hidup setiap hari, yang selalu dia hadapi, dengan kedaulatan inilah Rakyat punya kekayaan yang tak ternilai, sehingga mempunyai integritas dan harga diri untuk menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara, semua ini adalah hadiah yang diberikan semua pahlawan reformasi kepada Rakyat Indonesia, dengan pengorbanan nyawa dan darahnya.

Bagi Rakyat walaupun pahit, dengan kehidupan tidak terlalu menggembirakan, mereka tetap kuat dan senang, dengan harga diri lima tahunan yang sekarang mereka miliki, dengan harapan ada perbaikan kehidupan yang di gantungkan pada kedaulatan serta pilihan politisnya

Namun apa hendak di kata, kedaulatan dan harapan rakyat ini, sangat jauh dengan kenyataan. Manakala pilihannya terpilih, perubahan secara ekonomi sudah barangtentu tidak bisa sekaligus berubah siapapun terpilih presiden, karena mamang tidak semudah membalikkan telapak tangan, semisal tukang becak tidak bisa dalam seminggu tiba-tiba bisa punya motor atau mobil, walaupun pilihan idaman hati tukang beca terpilih jadi presiden. Lain halnya dengan elit politis, manakala yang di dukungnya terpilih, maka otomatis merekapun menikmati berbagai fasilitas bahkan ekonominya bisa melonjak meningkat ratusan bahkan ribuan kali lipat dalam tempo yang singkat.

Jadi bagi Rakyat, sesungguhnya sangat rugi manakala, mengorbankan segala sesuatu demi pilihannya, karena yang bisa langsung menikmati bukan dirinya, atau kalaupun bisa menikmati, tidak terlalu signifikan, dan perubahan yang didambakan itu memerlukan waktu yang panjang.

Salah satu azas di dalam pemilu adalah RAHASIA, inilah sesungguhnya kekuatan Rakyat, tidak ada seorangpun elit politis yang tau, siapa pilihan Rakyat, dengan menggunakan senjata RAHASIA ini, maka Rakyat Kedaulatannya tidak tergoyahkan. Siapapun terpilih jadi presiden

Manakala terpilih yang bukan dia pilihpun, tetap saja itu adalah milik Rakyat. Lain halnya dengan elit politis dan tim sukses, yang sudah terang-terangan memilih salah satu calon, maka otomatis jika calonnya tidak terpilih, dirinya tidak akan mendapatkan fasilitas apapun dari lawan politiknya yang terpilih.

Dengan demikian, walau perubahan2 kehidupan bagi Rakyat tidak signifikan di banding elit politis manakala menang, namun Rakyat yang cerdas punya kelebihan di banding elit politis, siapapun terpilih jadi presiden, dia adalah miliknya, untuk itu sebagai Rakyat, cukup pegang teguh senjata ampuhnya, apalagi kalau bukan RAHASIA, yang di jamin Negara, jadi tidak usah memperlihatkan dukungannya secara terbuka, biarlah elit yang cawe2, kita sebagai Rakyat siapapun yang terpilih tetap AGUNG SEBAGAI YANG BERDAULAT, dan memiliki presiden siapapun presiden yang terpilih.

Berbeda dengan elit politis dan timses, mereka itu hitam putih, punya presiden atau tidak punya presiden sama sekali, oleh karena itulah mereka selalu memprovokasi dengan segala cara, cawe2 bahkan sebar fitnah dan hoax sana-sini... disini faham kan? kenapa begitu ramainya pro & kontra pilpres, untuk itu jadilah Rakyat yang Cerdas, dan Berdaulat di negara ini, tidak usah terprovokasi. bagi Rakyat cukup pegang prinsip RAHASIA, biarkan elit politis cawe2 jualan politiknya, bagi Rakyat Cerdas akan bersikap ANJING MENGGONGGONG KAFILAH BERLALU, bagi Rakyat siapapun terpilih presiden itulah presiden milikku, dan pilihanku sampai mati RAHASIA, sayangnya sa'at ini, kebanyakan rakyat masih bodoh, tidak pegang senjatanya yang paling ampuh bagi keberlangsungan Berbangsa dan Bernegara yang baik, malah mudah terprovokasi, bahkan aneh posisinya hanya sebagai Rakyat, tapi emosinya terbakar lebih hebat luar biasa dibanding elit politis sekalipun, melihat semua ini akhirnya syeitan dan iblispun tertawa dan sukses, karena sekarang manusia bukan saja sudah tergoda, tapi sudah bisa lebih hebat dari iblis dan syeitan

Untuk semua ini, marilah yang masih punya posisi sebagai Rakyat yang Berdaulat, kita semua berintrospeksi, dan sangat tepat introspeksi ini dilakukan dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan yang Agung. Kita semua bisa kembali kepada kesucian jiwa untuk kekuatan Persatuan Bangsa Indonesia. Demikian refleksi Kedaulatan Rakyat dalam Menyongsong bulan suci Ramadhan, mudah2an bermanfa'at.

Penulis : mantan Ketua Pemuda Reformasi Indonesia ( PRI ) Jawa Barat, dan sa'at ini selaku Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat ( BIMA )

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.