Politik Rakyat dan Mengenang Reformasi 12 Mei



Ditulis oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia ( DMK )

BAKINUPDATE.COM,- Hari ini, 12 Mei, dua puluh satu tahun yang lalu, darah mahasiswa para pahlawan Reformasi tumpah, mengakibatkan kemarahan masa, sehingga terjadilah ledakan sosial 98, yang mengakibatkan chaos seluruh pelosok negeri, utamanya Jakarta, di jantung kekuasaan Soeharto.

Apa yang diperjuangkan dalam era Reformasi 98 ini, menghasilkan hal sangat penting, yang tidak terbayangkan bisa dilakukan, jika mengingat masa Orde Baru. Apalagi kalau bukan Kedaulatan Rakyat sejatinya dilaksanakan melalui sistem Demokrasi, sesuai amanah UUD 1945, pasal 1, ayat 2 : Kedaulatan Negara ada di tangan Rakyat.

Pada zaman ORBA melanjutkan hegemoni ORLA, kekuasaan mutlak di tangan Presiden, Demokrasi di bonsai, pemilihan presiden hanya melalui anggota MPR, dan Rakyat cuma menjadi penonton perhelatan pilpres, aman terkendali via anggota MPR, yang terdiri dari DPR, Utusan Daerah dan Utusan Golongan

Dengan Reformasi, mulailah Rakyat merasakan yang namanya harga diri, di samping kesulitan demi kesulitan hidup yang di deritanya, walaupun demikian masih terasa lebih baik, ketimbang setiap lima tahun hanya menjadi kesed kekuasaan, sekarang Rakyat Indonesia bisa berbangga hati, setelah terjadi sistem pemilihan langsung Presiden dan Wapres, hingga pemilihan langsung Kepala Daerah, semuanya ditentukan oleh Rakyat secara langsung, inilah buah dari hasil perjuangan Reformasi.

Rakyat Indonesia sudah barangtentu menyadari akan arti penting SISTEM BERNEGARA yang sudah terbangun oleh perjuangan Reformasi 98 yang sangat mahal, dengan bayaran darah para pahlawan Reformasi. SISTEM BERNEGARA ini patut dipertahankan dari segala gangguan anasir-anasir ovonturier politis praktis.

Berbagai kepentingan politis praktis tidak pernah menghargai SISTEM DEMOKRASI yang sudah terbangun, bahkan dengan berbagai cara ingin menghancurkan kembali. Untuk itu marilah kita semua kuatkan kembali tekad untuk mempertahankan KEDAULATAN RAKYAT melalui proses PEMILU ke PEMILU, terlepas siapapun terpilih jadi Presiden.

Negara ini sudah membuat sebuah SISTEM BERNEGARA yang rigid, dari sejak Kemerdekaan zaman ORLA, zaman ORBA, dan era REFORMASI.... berarti sudah selama 74 tahun jatuh bangun mempertahankan INDONESIA, sangat luar biasa dengan kebhinekaan seperti Indonesia dan kedaulatan rakyat yang  SANGAT FANTASTIS, kita semua tahu di belahan bumi, di luar Indonesia banyak yang hancur berantakan, bahkan tanpa adanya kedamaian, setiap hari terjadi perang, darah serta air mata.

Bersyukurlah INDONESIA yang dapat melaksanakan pilpres 2019, dan sepuluh hari lagi 22 Mei, KPU akan mengumumkan pemenangnya.

Bagi Konstestan yang tidak puas dengan hasil KPU, tinggal ngadu ke MK dan buktikan di pengadilan, itulah SISTEM yang di bangun... tidak usah repot2 melakukan people power segala yang sama saja dengan Makar, karena berjalan diluar sistem yg telah di bangun bersama,.. kalau melakukan people power sama artinya, mau menghancurkan sistem yang sudah di bangun, ingin balik lagi ke peradaban bar-bar, SISTEM POTONG LEHER... ATAU kembali ke zaman TUSUK-2 PAKE BAMBU RUNCING

Astaghfirrullahal adziim..

Yang seperti ini, yang di inginkan ? ...mau kemajuan macam apa ? ...dan apa yang diharapkan ?

Presiden itu sudah bukan segala-galanya... sekarang Indonesia sudah buka era baru, setelah Reformasi menjadi Negara Demokrasi terbesar di Dunia setelah Amerika

Mari kita perkuat SISTEM, jangan berpikiran sempit, hanya bisa mikir presiden dan presiden, Sejatinya Rakyat tidak peduli Jokowi atau Prabowo

Siapapun jadi Presiden, yang penting tinggal menjalankan SISTEM bernegara yang benar, secara simultan dari waktu ke waktu, marilah kita perkuat terus SISTEM BERNEGARA yang baik, sehingga Kekuatan presiden proporsi kekuatan kebijakannya, jika diprosentasekan cukup kita kasih share 30% sajah, dan kemudian kekuatan SISTEM di luar presiden mempunyai proporsi kekuatan kebijakan 70%, antar lain diwakili kekuatan MPR, DPR, BPK, MK, TNI, POLRI, KABINET, MA, KPK, KPU, dan KEPALA DAERAH

Jadi Presiden itu bukan segalanya, tidak ada lagi presiden seumur hidup, maksimum dua periode pasti di GANTI, karena SISTEM BERNEGARA sudah di bangun dan berjalan dengan baik. PILPRES lima tahunan relatif tidak lama dalam politik, demi bangsa dan negara, semua Rakyat Indonesia, perlu mempunyai kesabaran dan kesantunan dalam politik, karena kita sudah menjadi bangsa yang besar berperadaban tinggi, bukan bangsa Bar-bar, berperadaban rendah.

Dan siapapun jadi presiden, melalui MEKANISME SISTEM BERNEGARA yang benar, kalau dengan pikiran jernih dan pakai hati yang bersih, pasti yang terbaik itu menerima apapun hasilnya, dengan sikap Ksatria, jika menang tidak sombong dan menghargai yang kalah, dan jika kalah menerima dengan mengambil hikmah sebesar-besarnya.

Setelah keputusan KPU, masih ada satu tahapan lagi sesuai konstitusi, jika yang kalah masih belum puas, bisa mengadukan ke MK, dengan membawa alat bukti yang cukup, selain sistem Demokrasi, negara kitapun adalah negara hukum, dalam ranah pilpres, MK diberikan kewenangan penuh oleh Rakyat Indonesia, untuk mengadili calon-calon yang bersengketa, APA BOLEH BUAT, kita semua rakyat Indonesia harus sabar menanti hingga keputusan MK, karena proses hukum ini adalah TRACK SISTEM BERNEGARA YANG SUDAH KITA BUAT dan kita sepakati bersama

Perlu diapresiasi langkah Prabowo dengan menyiapkan 1.000 advokat, ini langkah yang benar, dan tidak terpancing dengan godaan Syeitan Gundul untuk melakukan people power, inkonstitusional bin makar.

Mari kita menatap masa depan yang lebih baik, sebaik-baiknya apa yang kita inginkan, ada yang lebih baik, apalagi kalau bukan PERSATUAN INDONESIA, dan SISTEM BERNEGARA YANG BAIK

Marilah kita semua mulai menyadari akan Maha pentingnya membangun kekuatan SISTEM BERNEGARA yang baik, berdasarkan Kedaulatan Rakyat. Sekarang sudah bukan zamannya punya pikiran-pikiran aneh, sesat menyesatkan, sehingga kita jadi tidak paham sistem, bahkan mau merusak sistem ?

Na'udzubillah min dzalik

Insya Allah kita semuanya Rakyat Indonesia tetap optimis, semuanya akan aman terkendali

Alhamdullillah, kita sudah punya SISTEM BERNEGARA YANG SANGAT BAIK hasil dari perjuangan seluruh Pahlawan Kusumah Bangsa, termasuk para Pahlawan Reformasi 98.

Allahu Akbar.... Merdeka !

Penulis, adalah Mantan Ketua Pemuda Reformasi Indonesia ( PRI ) dan sekarang selaku Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat ( BIMA )

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.