Surat Terbuka Dari Dosen UGM Untuk Presiden Jokowi, "Potret Buram Pendidikan Nasional"


BAKINUPDATE.COM,- YOGYAKARTA - Surat terbuka Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M. Sc., Lic.Eng., Ph. D, dari UGM yang ditujukan kepada Presiden Jokowi menjadi viral di media sosial, beliau memberikan penjelasan terkait Potret Buram Pendidikan Nasional” yang saat ini semakin meresahkan.
Berikut isi surat terbukanya:
Kepada Yth,
Presiden Jokowi
Di Jakarta
Dengan hormat, Ancaman dari seorang pemuda yang akan memenggal kepala Presiden Jokowi, bukanlah hal yang sederhana, apalagi jika dilihat dari perspektif pendidikan. Bagaimana bisa seorang pemuda yang tentunya pernah mengenyam pendidikan, dengan enaknya mengancam membunuh Kepala Negara di ranah publik, dan disaat bulan Ramadhan. Jelas, pemuda ini bengis, biadab, tidak tahu tatakrama, tidak bisa menghormati simbol negara, mengancam keamanan negara dan tidak bisa menghormati agama.
Saya dukung rencana Presiden Jokowi kedepan fokus untuk membenahi SDM Indonesia utamanya lewat jalur pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, atas dan tinggi.
Pembenahan sistem pendidikan di Indonesia bisa dimulai dari hal-hal sebagai berikut:
Pertama, Sederhanakan kurikulum nasional sesuai usianya, dan muatannya harus bersifat mendasar, humanis, dan kultural.
Kedua, Ajarkan kembali pelajaran Pancasila, sejarah, budipekerti, agama dalam cakupan rasional dan kontekstual, kesenian dan kebudayaan, khususnya bagi murid SD, SMP dan SMA.
Ketiga, Bebaskan sekolah dan kampus dari ancaman dogma-dogma radikalisme agama.
Keempat, Bebaskan sekolah dan kampus dari perilaku deskriminatif dari segala bentuk parameter SARA.
Kelima, Perbaiki mekanisme dan sistem evaluasi pendidikan nasional secara berkala dan rutin.
Negara harus hadir dalam menjamin kulitas pendidikan nasional dan sekolah harus imun dari segala bentuk penyusupan faham-faham ideologi sesat yang dilakukan oleh guru-guru dan alumni yang ujung-ujungnya menggoyahkan Pancasila, keutuhan NKRI dan merusak Kebhinnekaan Indonesia.
Radikalisme di sekolah dan kampus bukanlah isapan jempol, namun fakta yang menghadang perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Pendidikan nasional dalam ancaman serius dan harus dibenahi menyeluruh. (ARN)

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.