Jadi Bidikan Para Investor, Desa Cibeusi Terus Berbenah

Kepala Desa Cibeusi, Yoyo Iskandar, ST
BAKINUPDATE.COM, SUMEDANG - Sebagai salah satu Desa yang berada di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Desa Cibeusi terus berbenah di berbagai sektor. Untuk meningkatkan kinerja aparatur desa terutama pemerintahan terkecil seperti RT dan RW, Desa Cibeusi belum lama ini (17/12) mengadakan kegiatan Pelatihan Administrasi Ketua RT & RW yang bertempat di Aula Kantor Desa Cibeusi.


“Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan optimalisasi kerja Pemerintahan RT dan RW terutama dari sisi tertib administrasi. Diharapkan RT dan RW yang berada di wilayah Desa Cibeusi, mampu melaksanakan kegiatan administrasi data kependudukan dan administrasi yang lainnya dengan lebih tertib sehingga terhimpun data-data kependudukan yang akurat.

Adapun efek lain dari kegiatan pelatihan ini adalah, terwujudnya kinerja yang lebih optimal dari seluruh perangkat pemerintahan desa dan terciptanya efektifitas kerja para aparat desa dalam melayani kebutuhan masyarakat karena didukung oleh tertib administrasi data dari tingkat RT dan RW”. Hal itu diungkapkan Yoyo Iskandar Kepala Desa Cibeusi saat ditemui wartawan bakinupdate.com di ruang kerjanya.

Selain kegiatan peningkatan kinerja RT dan RW, Linmas Desa Cibeusi juga menggalami pembedayaan yang nyata. Mereka dikaryakan dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban pasar bersih Padjadjaran. Kerjasama yang telah terjalin apik antara Pemerintah Desa dengan pengelola pasar, telah memberikan kontribusi berupa nilai ekonomi para anggota Linmas dalam bentuk gaji bulanan tanpa melupakan kewajiaban Linmas dalam menjaga keamanan wilayah.

Pembenahan tidak hanya sebatas sumber daya aparatur desa, melainkan merambah pula kesektor pembangunan. Mulai dari infrastruktur jalan hingga berbagai sarana publik bagi kenyamanan warganya. Jalan-jalan gang yang merupakan akses penghubung baik yang menghubungkan antar RW dengan RW lain di wilayah Desa Cibeusi maupun dengan desa lain, telah banyak yang mengalami perbaikan. Sarana transportasi lokalpun tak luput dari perhatian Kepala Desa.

Belum lama ini, pangkalan ojek Desa Cibeusi telah berkanopi, tujuannya sangat sederhana yaitu menjadi tempat berteduh para tukang ojeg dan warga dari terik matahari dan guyuran hujan. Sarana ibadah, mendapat porsi perhatian tersendiri. Beberapa mesjid yang berada di wilayah Desa Cibeusi, mendapat bantuan perbaikan dari Kepala Desa. Salahsatu ikon yang bisa menjadi kebanggan warga desa adalah hadirnya gedung serbaguna, hingga saat ini, gedung serbaguna yang berlokasi di belakang kantor desa, tahap pembangunannya baru selesai 60 persen.

“Kami sedang mengupayakan pendanaan sehingga gedung seluas 384m2, bisa segera rampung 100% dan warga dapat segera mempergunakannya,” papar Yoyo. Kami tidak memungkiri, jika wilayah desa kami mungkin menjadi salah satu bidikan para investor luar untuk berinvestasi. Selama bentuk investasi mereka mengikuti peraturan yang berlaku dan memberikan kontribusi yang nyata bagi perkembangan wilayah serta warga kami, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendukung. Namun, jika para investor maupun pengembang tidak merealisasikan komitmen dengan masyarakat, maka ada hak kami untuk menggugat kembali segala bentuk ijin yang telah kami berikan, “ tegas Yoyo.

Salah satu bentuk investasi yang tengah menjadi sorotan di wilayah Desa Cibeusi adalah berdirinya apartemen dan perumahan. Adapun bentuk dampak lingkungan yang akan dirasakan oleh Warga Cibeusi khususnya adalah ketersediaan air bersih, oleh karena itu diperlukan perhatian yang serius dari pihak investor serta pengembang untuk mengatasi hal tersebut. “Kami selaku perwakilan dari masyarakat berharap, segera realisasikan komitmen para investor atau pengembang dengan masyarakat terutama sarana yang menyangkut hajat hidup orang banyak yaitu sarana air bersih serta komitmen-komitmen lain sewaktu meminta ijin warga. Jangan sampai komitmen tersebut hanya sebatas hitam diatas putih saja.

Karena warga kami lah yang akan merasakan dampak negatif jika komitmen tersebut diabaikan. Selain itu, kami selaku bagian dari Warga Jatinangor dan masyarakat Kabupaten Sumedang, berharap semoga mereka para pejabat daerah yang mengambil keputusan dalam memberikan ijin prinsip sebuah proyek investasi, jangan hanya melihat sisi ekonomisnya saja, jangan hanya menilai sisi investasinya saja, tetapi kedepankan aspek-aspek dampak lingkungan serta dampak sosial yang terjadi kepada masyarakat dikemudian hari.” Papar Iwan selaku Wakil Ketua BPD Desa Cibeusi saat kegiatan ekpose salah satu pengembang bersama pihak Pemkab Sumedang belum lama ini.

Hal senada diungkapkan pula Andut Sukandi, Ketua RW 13 Desa Cibeusi. Andut mengatakan bahwa memang ada bentuk konpensasi dari pengembang bagi warganya yang terdampak dari sebuah proyek yang berada di wilayahnya. Namun, sarana air bersih yang diharapkan warga sekitar mohon segera diprioritaskan dan mohon kepada pihak Pemerintah Desa Cibeusi untuk memperjuangkan semaksimal mungkin, agar sarana air bersih yang diharapkan warga segera terwujud.

“Jika Desa Cibeusi, sedikit demi sedikit terus mengalami kemajuan, itu semua tidak terlepas dari dukungan Kecamatan, Pemkab Sumedang, Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat. Satu hal yang tak kalah penting adalah peran serta aktif dari semua lapisan masyarakat”. Tegas Yoyo.
Sebagai salah satu daerah yang sedang berbenah, ternyata memang benar Desa Cibeusi menjadi bidikan para investor baik lokal, maupun nasional untuk berinvestasi. Hal itu terbukti dengan berdirinya apartemen nan megah bernama Easton Park dikawasan Jatinangor Desa Cibeusi.

Selain itu, telah dibangun perumahan yang digarap PT. Koryza. Berkat kepiawaian Kades Cibeusi yang baru menjabat sekitar 1 tahun dalam berdiplomasi dengan pihak PT. Koryza, akhirnya Pemerintah Desa Cibeusi mendapat bantuan satu unit truck sampah. Mengamati kondisi tersebut, tidak menutup kemungkinan investor-investor lain akan berdatangan ke wilayah Jatinangor khususnya Desa Cibeusi.

Menyikapi kondisi ini, Desa Cibeusi harus bersinergi, bukan hanya dengan Pemerintah Kecamatan Jatinangor dan Pemkab Sumedang saja, tetapi pemerintahan Desa Cibeusi harus bisa memanfaatkan potensi ini guna kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya. Sebab masyarakat Desa Cibeusi, adalah pihak pertama yang akan mengalami dampak dari situasi ini.
 
“Dibutuhkan komitmen yang jelas dan serius antara Pemerintah Desa Cibeusi dan investor tanpa mengesampingkan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Diharapkan komitmen antara pemerintah desa dan para investor adalah komitmen yang semata-mata hanya untuk kepentingan warga Cibeusi khususnya dan umumnya masyarakat Jatinangor,” papar Yoyo. Hal senada juga diungkapkan oleh Kikin Ketua BPD Desa Cibeusi. Kikin mengatakan,”Pemerintahan Desa Cibeusi harus mengedepankan kepentingan masyarakatnya.

Jangan sampai komitmen hanya sebatas janji yang tidak ada realisasinya.” Yogi Handani, selaku salah seorang tokoh pemuda Desa Cibeusi, ikut menyuarakan hal yang sama, “kami para pemuda Desa Cibeusi yang tergabung dalam wadah karang taruna desa, siap menjadi garda terdepan dalam mengkritisi situasi ini. Kami siap bersinergi dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta demi kemajuan warga Cibeusi khususnya, umumnya masyarakat Jatinangor. Kami sebagai putra daerah memiliki hak ikut serta menentukan keputusan bagi kemaslahatan bersama.

Sebagai seorang pemimpin, Yoyo menyadari bahwa berbagai keluhan warga akan senantiasa datang silih berganti. Namun semua tetap ada aturan serta skala prioritasnya. Seperti keluhan seorang warga dari RW 12 yang rumahnya mengalami musibah kebakaran. Melihat kondisi tersebut, Yoyo dengan sigap memberikan bantuan awal berupa bahan material dan berkoordinasi dengan perangkat desanya untuk segera merenovasi rumah warga tersebut. (*sas)

BERITA TERKAIT :
JATINANGOR MEMILIKI DAYA TARIK YANG LUAR BIASA BAGI PARA INVESTOR LOKAL MAUPUN NASIONAL

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.