BNNP KEPRI BONGKAR 3 KASUS PEREDARAN NARKOTIKA INTERNASIONAL


BAKINUPDATE.COM. KEPRI, BATAM- Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP KEPRI) mengungkap 3 kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat bruto 1227,8 gram.

Kepala BNNP Kepri Kombes Pol Nixon Manurung dalam konferensi pers di kantor BNNP Kepri Nongsa, Jumat (17/2/2017) mengungkapkan tangkapan pertama di sebuah hotel di batam.petugas BNNP Kepri melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial R (27) WNI kedapatan sedang membawa Narkotika golongan I jenis sabu seberat 185,9 gram, dan menurut keterangan R sabu tersebut di supply dari Malaysia dengan cara masuk dari pelabuhan tikus yang ada di Kota Batam.

Penangkapan kedua di sebuah Perumahan Resign Boulevard Blok Kuta no.40 tembesi, Kota Batam. petugas BNNP Kepri kembali menangkap 2 pelaku seorang wanita berinisial, YF (28) dan seorang pria berinisial AS yang memiliki Narkotika golongan I jenis sabu seberat 101,9 gram.

Petugas mengumpulkan informasi dan melakukan penangkapan ketiga di hari Valentine, Selasa (14/02) sekitar pukul 13.45 WIB di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun. Petugas BNNP Kepri menangkap seorang pria AK (26) yang memiliki Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 940 gram.

Penangkapan AK  berawal dari laporan masyarakat tentang adanya jaringan sindikat narkotika di pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau akan mengirim narkoba jenis Sabu ke Kota Batam melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.ungkap Kombes Pol Nixon Manurung.

Dari informasi yang dikembangkan tersebut petugas BNNP Kepri melakukan penyelidikan ke Provinsi Riau dan mendapatkan seorang pria yang dicurigai akan membawa narkoba ke Kota Batam melalui pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Petugas BNNP Kepri yang berada di Provinsi Riau kemudian melakukan koordinasi dengan tim yang ada di Batam untuk melakukan penangkapan terhadap AK di pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Petugas pun melakukan pemeriksaan terhadap AK dan mendapati bungkusan plastik yang didalamnya terdapat Kristal warna putih dari tas tersangka, dari hasil interogasi AK mengaku disuruh A (DPO) untuk membawa barang tersebut ke Batam melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.dengan menjanjikan akan memberikan upah sebesar Rp 20 juta  apalagi barang tersebut sampai di Batam.

Seluruh barang bukti sabu yang diselundupkan dari Malaysia lewat pelabuhan resmi maupun pelabuhan tikus tersebut akan dimusnahkan dan atas perbuatannya tersebut R, YF, AS, AK tersangka akan dijerat pasal 114 ayat (2) pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal mati atau seumur hidup.

Reporter :  Hanafi
Editor : A. Mustopa F
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.