Peresmian Taman Air Mancur Sri Baduga Makan Korban


BAKINUPDATE.COM, PURWAKARTA-Seorang pengunjung Taman Air Mancur Sri Baduga bernama Indra Kusumawati (42) warga Gang Beringin RT 80 RW 88 Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta meninggal dunia saat setelah berdesakan menyaksikan peresmian taman air mancur, Sabtu (18/2/2017) malam.

Indra Kusumawati adalah seorang guru TK Nurul Fitri, Desa Ciwareng Kecamatan Babakancikao. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga sehari sebelum menyaksikan peresmian Taman Air Mancur Sri Baduga, Indra akan pindah rumah. Namun niatan itu diundur setelah ikut menyaksikan peresmian air mancur.

Indra mengunjungi taman air mancur bersama teman-temannya semasa duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA), bisa dikatakan reuni pada malam itu. Namun nahas karena pengunjung membeludak Indra akhirnya terpisah dari teman-temannya hingga insiden maut terjadi.

Saat kejadian Indra mencoba keluar dari komplek Taman Air Mancur Sri Baduga melalui pintu timur. Saat yang sama ribuan orang berebut masuk ke dalam komplek air mancur. Saat berdesakan tubuh Indra kelelahan dan dugaan serangan jantung lalu terjatuh.

Petugas medis lalu menolong korban sebelum akhirnya dilarikan menggunakan ambulance ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bayu Asih Purwakarta. Namun nahas nyawa korban tidak tertolong saat dalam perjalanan. Malam itu hampir seluruh akses jalan sekitar lokasi peresmian padat.

Yeyet (50) adalah adik dari Indra Kusumawati. Dipastikan bahwa Indra mengalami kelelahan saat berdesak-desakan dengan pengunjung lain.

“Datang ke acara itu bersama kawan lamanya, katanya mau reuni SMA, mungkin karena lelah ya, tadi langsung dilarikan ke Rumah Sakit oleh Tim Kesehatan, tapi nyawanya tidak tertolong,” kata Yeyet di RSUD Bayu Asih, di Jalan Veteran Purwakarta, Minggu (19/2/2017) pagi.

Sangat mendadak. Menurut Yeyet insiden taman air mancur sangat mendadak dan mengejutkan bagi keluarga. Pasalnya sejak awal keluarga tidak menerima firasat apapun tentang korban.

“Kaget, sebelum berangkat itu dia bilang mau pindah rumah, minta dibantu katanya,” kenang Yeyet.

Sementara itu seorang kerabat di lingkungan pondok pesantren Nurul Fitri dimana korban mengajar merasa kehilangan.

“Kami atas nama keluarga besar Ponpes Nurul Fitri dimana beliau mengajar merasa kehilangan. Mohon doanya dari sahabat-sahabat,” tulis Nanang melalui pesan WhatsApp.

Seperti yang dialansir Purwakartapost "Hasil visum pada tubuh jenazah yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Bayu Asih menunjukan bahwa Almarhumah meninggal akibat serangan jantung. Hal ini dibuktikan dari kondisi wajah korban yang terlihat membiru".

“Tidak ada bekas luka apapun termasuk akibat terinjak di tubuh korban, dari kondisi tubuhnya, kesimpulan kami almarhumah meninggal karena serangan jantung, wajahnya kebiruan,” kata Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih, dr Denny Darmawan.


Reporter : A. Mustopa F
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.