Sutiyoso Yakin Siti Aisyah Diperalat Intelijen Korut



BAKINUPDATE.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyebut Warga Negara Indonesia (WNI), SIti Aisyah, telah dibodohi intelijen Korea Utara. Lantaran latar belakang Siti yang memiliki tingkat ekonomi dan pendidikan yang rendah membuat wanita itu mudah diperalat.

"Yang harus kita lakukan sekarang bagaimana berikan bantuan hukum, agar anak yang sudah dibodohi intelijen Korea Utara ini bisa diselamatkan," kata Sutiyoso dalam program Metro Pagi Primetime Metro Tv, Senin 20 Februari 2017.

Sutiyoso mengatakan, Siti terseret dalam pusaran skenario pembunuhan Kim Jong-nam atas pribadi dirinya. Siti terlepas dari segala kepentingan Indonesia yang tidak ada kaitannya dengan operasi tersebut.

"Saya meyakini, Aisyah berdiri sendiri, tidak terkait negara kita, Indonesia," ujarnya.

Siti Aisyah, perempuan berpaspor Indonesia ditangkap karena diduga membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam, di bandar udara Ibu Kota Malaysia pada Senin lalu.

Siti ditahan bersama seorang perempuan lain, yang mempunyai dokumen perjalanan Vietnam. Mereka ditangkap saat berupaya keluar dari Malaysia di bandar udara Kuala Lumpur, pada Rabu.

Seperti yang dilansir dari lampos.co, Kim Jong-nam, 46, dibunuh di bandar udara itu pada Senin dengan jarum beracun saat hendak terbang kembali ke Makau. Dia sempat meminta pertolongan, sebelum rubuh dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Badan intelijen Korea Selatan sempat menduga kedua perempuan yang melakukan pembunuhan itu adalah agen mata-mata Korea Utara. Sebelumnya, Kim Jong-nam secara terbuka menyatakan tidak suka atas kekuasaan disnasti keluarganya di Korea Utara, negara yang terisolasi dari komunitas internasional namun punya kekuatan senjata nuklir.

Reporter : A Mustopa F
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.