Dewan Sebut Persoalan Transportasi Konvensional dan Online Ini Dilema


BAKINUPDATE.COM, BANDUNG, - Ribuan sopir Angkutan Kota (Angkot) se-Bandung Raya dan pengemudi taksi konvensional bakal menggelar unjuk rasa dengan mogok massal dan berkumpul di Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat, Bandung, Kamis (9/3/2017) esok. Aksi tersebut menuntut keberadaan taksi daring (online) yang kerap menganggu kesejahteraan mereka.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi 4 DPRD Jabar dari Fraksi PDIP, Gatot Tjahyono menilai, persoalan kedua pihak tersebut memang sebuah dilema. Pasalnya, kehadiran taksi online sangat menguntungkan masyarakat, namun disisi lain angkot dan taksi konvensional pun harus dilindungi eksistensinya.

"Kita pernah didatangi oleh pengusaha dan sopir taksi konvensional, pada saaat yang bersamaan juga ada yang datang dari taksi online, jadi persoalan ini memang harus ada peraturan jelas dari pemerintah bagi kedua pihak agar berimbang," ujar Gatot seperti dikutip dari PRFM, Rabu (8/3/2017).

Gatot juga berharap, Dinas Perhubungan (Dishub) dapat mempertemukan kedua pihak untuk menjembatani permasalahan terkait tarif, trayek, dan izin operasional taksi online.

"Nanti Dishub harus bisa mempertemukan dua pihak untuk mencari solusi. Soal tarif taksi konvesional dan online di Kota Bandung dan Jawa Barat harus buat standarisasi, supaya ada keseimbangan. Identitas taksi online juga harus ada, seperti pemasangan stiker khusus dan lain lain," tuturnya.
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.