Kasus Jenazah Nenek Hindun, Antara Hoax dan Fakta ?

Edi Sugianto [Netizen BAKIN]

BAKINUPDATE.COM - Seharian tadi, saya amati banyak juga yang men share berita mengenai Jenazah Nenek Hindun yang tidak disholatkan.

Anehnya, berita yang sebenarnya biasa-biasa saja seperti ini. Di Blow up dengan nada sentimen yang sangat tinggi, dengan tajuk yang sangat bombastis dan menghasut. Misalnya, berjudul "Nenek Hindun tidak disholatkan," karena memilih Ahok0 dll. Plus foto provokatif yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kasus itu.

Sehingga banyak menimbulkan pro kontra di sana-sini, dan postingan itupun panen like, Comment, dan Share. Yang lucunya, banyak juga Tokoh Public Figure, Penulis buku, Trainer, dan Motivator yang terhipnotis dan latah men share tulisan provokatif dan penuh muatan politis seperti itu, Plus ditambahi komentar hasutan yang lebih gila lagi.

Dari penelusuran saya di google, fakta yang ada adalah, jenazah nenek hindun tetap di sholatkan, hanya saja tidak di mushola, tetapi di rumahnya sendiri.

Itu fakta yg jelas dan nyata. Dan sebagaimana sudah saya tulis tadi, sholat jenazah itu termasuk fardlu kifayah. Wajib dilaksanakan oleh semua muslim yg ada di situ, tetapi kewajiban itu gugur, ketika sudah ada sebagian muslim yang melaksanakan. Jadi, bagi yang tidak ikut mensholatkan, tentu saja tidak berdosa, karena sudah gugur kewajiban.

Dari fakta yang ada, di google juga banyak artikel yang memberikan klarifikasi megenai permasalahan sebenarnya yang terjadi, mengapa jenazah nenek hindun tidak di sholatkan di mushola, tetapi di rumahnya sendiri. Silahkan googling sajalah, banyak kok beritanya.

Memang jika melihat pro kontra berita yg ada, tidak menutup kemungkinan akan adanya sedikit masalah di lapangan. Yang terkait dengan isu politik. Tetapi secara umum, dalam pandangan saya, kaum muslim di situ sudah melaksanakan misi sosial kemanusiaan dan juga syariat Islam dengan baik dan benar. Berbeda, dengan berita miring yang beredar seolah umat Islam itu tidak manusiawi, dll.

Tetapi ya begitulah, ketika pikiran dan hati sudah dibutakan kepentingan, maka hilanglah spirit untuk mencari kebenaran. Jadinya, tahi ayampun bisa rasa coklat, Hahahaha...

Sahabat, dalam situasi dan kondisi masyarakat yang sedang carut marut akibat Booming Hoax demi Traffic & Like ini. Mari sedikit teliti dalam membaca berita dan informasi yang di share di sosmed. Jika perlu, googling dulu, baca informasi dari semua sudut pandang. Sehingga kita memperoleh gambaran yang lebih jernih atas masalah dan kasus yang terjadi. Dan tidak terjebak menjadi korban hipnotis massal dari  Strategi Pengendalian Pikiran serta penggiringan opini yang menghalalkan segala cara seperti itu.

Ya, saat ini. Banyak Black Marketer dan Black Campaign yang sedang berlangsung di depan kita. Demi berburu Traffic, Like, dan Follower, mereka bahkan rela menggadaikan keimanan sendiri, dan menjadi perusak bangsa.

So...Mari jaga hati dari kotoran dan sampah emosi yang dilemparkan oleh orang yg mungkin sedang sakit .

Penulis : Edi Sugianto
Redaktur : Dwi Heri Yana
MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.