Bea Cukai Batam Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Sabu Di Pelabuhan Ferry International Batam Center


BAKINUPDATE.COM, BATAM - Bea dan Cukai Batam mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu sebanyak 709 gram dan 100 butir pil ekstasi  di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center dari tersangka Ratna,pada hari Jumat 21 April 2017 pukul 10.15 wib.

Narkotika jenis sabu dan ekstasi ini rencana tersangka akan di bawa ke Palembang,yang sudah ditunggu oleh pemilik barang haram tersebut.

Ekpose pengungkapan Narkotika ini dilaksanakan di halaman Satreskrim Narkoba Polresta Barelang pada hari Rabu 26 April 2017 dan dihadiri oleh Ditreskrim Narkoba Polda Kepri, Kabid Bimbingan Kepatuhan Bea dan Cukai Batam,jajaran Kapolsek kota Batam dan awak media.

Menurut Kabid  Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI)) Bea Cukai Batam R.Evy Suhartantyo mengatakan,"Kronologisnya yaitu pada tanggal 21 April 2017 pukul 10.15;wib kita telah mengamankan salah satu penumpang  kapal MV.Indo Berlian 3 di pelabuhan Ferry Batam Center setelah turun dari kapal tersebut, berinisial R gerak geriknya mencurigakan, kita lakukan pemeriksaan dua koper yang di bawa oleh R tadi dan tidak nampak apa-apa,kemudian kita minta pasportnya  berdasarkan pemeriksaan diruang ex-ray, setelah itu petugas kami yang perempuan menarik R tersebut dan dilakukan penggeledahan"

"Setelah dilakukan penggeledahan body  didapatkan 39 bungkus plastik serbuk Cristal bening diduga sabu dan 5 bungkus plastik ekstasi dililitkan memakai lakban,"kata Evy.

"Dan setelah pemeriksaan intensif tersebut kami dari Customs Narkotika Tim (CNT) berkoordinasi  dengan Polresta Barelang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,"jelasnya.

Dikesempatan yang sama Kapolresta Barelang AKBP Hengki juga menambahkan bahwa kita lakukan antisipasi seperti pelabuhan-pelabuhan banyak modus-modus penyalahgunaan narkotika terutama dari daerah Tulang laut Malaysia dibawa oleh penumpang.

"Dan barang bukti yang diamankan sabu berat kotor nya 709 gram serta 100 butir pil ekstasi,"kata Hengki.

Hengki menjelaskan lagi,Dari kasus penyelundupan narkotika ini,yang dilakukan penangkapan oleh bea cukai tadi,kita turunkan tim dari Polresta Barelang pada tanggal 23 April 2017 melakukan pengejaran untuk melakukan penangkapan,peran dari tersangka ini (Ratna) sebagai kurir.

"Sedangkan dari pemesanan barang haram ini berada di Palembang, sehingga kita kejar ke Palembang dan berhasil kita amankan tersangka atas nama Indra,"paparnya.

"Terhadap tersangka,kita jerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 5 tahun, paling lama 20 hingga hukuman mati,kata Hengki menutup pembicaraan.

Reporter : Andri & Hanafi
Editor : Dwi Heri Yana

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.