Polda Metro Jaya Akan Menahan Andi Basta Mantan Calon Bupati Luwu Utara, Sultra 2015



BAKINUPDATE.COM, JAKARTA– Mencatut nama PT. Bumi Asri Prima Pratama (BAPP), Andi Basta Setyawan Larengkeng, Calon Bupati Luwu Utara tahun periode 2015 lalu akan terseret kasus pesanan bahan bakar minyak jenis Solar sebanyak 4.500.000 liter atau senilai kurang lebih 34 miliar rupiah kepada PT. Pertamina Patra Niaga (PT. PPN) pada tanggal 18-19 Maret 2015.

Melalui kuasa hukum PT. BAPP, Victor Simanjuntak mengatakan bahwa yang dilakukan Andi basta sudah berlebihan, dan telah membuat citra negative PT. Bumi Asri Prima Pratama (BAPP).

“Kami telah membuat laporan kejadian ke Polda Metro Jaya dengan terlapor Andi Basta Setyawan Larengkeng, S.E., dan kawan kawan sejak 5 Desember 2016 lalu, terkait pelanggaran pidana, penipuan dan pemalsuan dokumen, dengan nomor: TBL/5969/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus.” Ucap Victor saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2 Mei 2017).

Sesuai dengan informasi penyidik unit 2 FISMONDEV, kepala unit AKP. Agus Salim, Kasubdit AKBP Sandy Hermawan dan Direktur Krimsus Kombes (Pol) Wahyu Hadiningrat bahwa perkara ini telah naik sidik.

Menurut keterangan Victor saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, perkara pidana mulai dari terlapor, PT. PPN, dan perusahaan – perusahaan yang ternyata rekanan PT. PPN telah diperiksa penyidik unit 2 Fismondiv Polda Metro Jaya.

“Kami berikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang masih mencari satu bukti lagi, bukti itu untuk melengkapi berkas untuk menahan Andi Basta, salah satu bukti yang dicari oleh pihak kepolisian adalah Purchasing Order (Pesanan Pembelian) yang diterima oleh PT. Pertamina Patra Niaga (PT. PPN), berstake holder Badan Usaha Milik Negara (BUMN).” Terang Victor.

Lanjut Victor, menurut keterangan dari pihak penyidik Polda Metro Jaya, surat tersebut tidak ada di PT. PPN, namun pihaknya justru melihat surat tersebut diajukan oleh PT. PPN dalam sidang perdata.

“Andi Basta kami dianggap sangat nekad, ia memesan Solar dengan menggunakan dokumen permintaan barang ber-kKop Surat PT. BAPP sebanyak 4,5jt liter senilai Rp.34 milyar, bahkan Andi Basta katanya telah menstransfer pembayaran awal sebesar Rp. 4 miliar ke Sylviana Rizal. Kita tidak tau siapa Sylviana itu. Ini jelas telah merugikan nama baik klien kami PT. BAPP.” Beber Victor sambil memperlihatkan bukti – bukti didepan awak media.

Awal perseteruan diantara PT. Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan PT. Bumi Asri Prima Pratama (BAPP) adanya laporan kasus Perdata dari PT. PPN ke PT. BAPP ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, atas tuduhan hutang kekurangan sebesar Rp. 30 milyar yang harus segera dilunasi oleh pihak PT. BAPP. Disinilah mulai terungkapnya siapa Andi Basta Setyawan Larengkeng.

“Saya lebih yakin ini bentuk konspirasi kriminal antara Andi Basta dan PT. PPN, alasannya karena pihak PT. PPN saat ini sedang menjalani pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), temen – temen media pasti sudah tau dong arahnya.” ungkap Victor.

Dikatakannya , sidang kali ini adalah sidang ke tiga (3) sebagai pembuktian dari PT. PPN sebagai tergugat.

“Kasus ini kami pastikan tidak akan berhenti begitu saja, ini merupakan kasus besar yang akan menyeret Andi Basta, PT. PPN dan sebuah nama baru Sylviana Rizal selaku nama dari pemilik rekening yang telah melakukan transfer awal kepada PT. PPN.” tutup Victor.

Reporter : Hanafi
Editor : Dwi Heri Yana

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.