Menyoal Konvensi DPC Partai Demokrat, Erwan Setiawan Kritik Keras Terkait Statemen Doni Mulyana Kurnia

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandung Erwan Setiawan / Fhoto wartademokrat

BAKINUPDATE.COM, BANDUNG - Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandung Erwan Setiawan mengkritik keras terkait statemen Ir. Doni Mulyana Kurnia (DMK). Menurut Erwan, "Doni itu orang yang tidak punya komitmen, siapa yang kita coret, dia sendiri yang menyalahi aturan. Perihal kewajiban 200 juta itu, atas dasar kesepakan bersama para kandidat, kita tidak menentukan, kita juga terbuka kepada mereka kalau ada lebih kita kembalikan." tegas Erwan saat dikonfirmasi media BAKIN via telpon, Jum'at (4/8/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam statemennya Doni mengkritisi DPC PD Kota Bandung. Menurut Doni, DPC tidak bijak dalam mengelola penjaringan Bakal Calon Walikota ini, hingga orang-orang potensial dicoret dengan mudah dari kepesertaan konvensi, dari 11 orang, jadi hanya tinggal 4 orang, yang notabene sudah punya uang banyak. Empat peserta konvensi yang tersisa diantaranya, Yosi Irianto, Tomtom Dabul Qamar, Fiki Satari dan Rully." pungkas Doni.

Doni menyatakan, walaupun dirinya kini dicoret dalam peserta konveksi, ia akan tetap maju meskipun harus berhadapan dengan DPC PD Kota Bandung. Karena menurutnya, ukuran dari pencalonan, bukan ikut atau tidak ikut konvensi, akan tetapi ukurannya adalah hasil survey.

Doni menduga ada upaya untuk melibas potensinya dengan kekuatan uang dari salah seorang calon. Dan menjelaskan bahwa dirinya belum dapat memenuhi pembayaran kewajibannya sebagai peserta konvensi sebesar Rp. 200 juta, disebabkan kondisi keuangan masih dalam upaya recovery semenjak mengalami kekalahan di PILKADA Desember 2015, sebagai Calon Wakil Bupati Kab. Bandung.

Ketua DPC PD Kota Bandung Erwan Setiawan menjelaskan. "Pada saat rapat antara para peserta konvensi ini, hampir semua kandidat hadir. Sebelumnya kita beberkan dulu biaya-biaya untuk louncing, sosialisasi media, surpey dan lain sebagainya. Itu pun untuk kepentingan mereka sendiri, terus disepakatilah oleh para kandidat itu sendiri, dan keluarlah biaya sekitar 200 juta perorang. Itu pun kita tidak dibebankan langsung harus hari itu juga namun bisa dicicil minimal setengahnya dulu untuk biaya keseriusanlah istilahnya."jelasnya.

"Waktu itu Doni menyepakati, lanjutnya, bahkan dialah yang paling antusias diantara peserta yang lain. Kita pun sudah kasih batas waktu. Besok kan hari Minggu sudah mau louncing, louncing kan harus yang sudah ada keseriusan, Doni kan tidak ada keseriusan sama sekali, tiba-tiba dia keluarkan statemen seperti itu." pungkas Erwan.

"Dan perlu DPP ketahui, trek rekor politik Doni seperti apa, sebelum ke Demokrat dia kan di PBR, pindah ke PPP nyaleg 2009 Dapil 1 gagal, berapa tahun kemudian pindah ke Demokrat langsung ke DPP tanpa melalui DPC. Dia itu terlalu nganggap rendah DPC. Mohon maaf, saya mengkritik juga DPP, kenapa tidak tanya dulu ke kami yang ada di DPC, saya tahu orang-orang Bandung yang santun dalam berpolitik, saya katakan Doni itu tidak santun dalam berpolitik."tegas Erwan.

"Konvensi merupakan kebikan DPP, DPP mengeluarkan PO, untuk seluruh DPC seindonesia yang akan melaksanakan pilkada harus melaksanakan konvensi, kita sambut baik ini."Kata Erwan.

Terkait pernyataan Doni Mulyana Kurnia (DMK) yang akan terus maju, walupun dirinya bukan peserta konvensi. "Klo sampai rekomendasi dari DPP turun ke Doni atau diluar dari peserta Konvensi saya mundur dari DPC PD Demokrat Kota Bandung." tutup Erwan.[RED]

Editor : Dwi Heri Yana

BERITA TERKAIT :

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.