Baru Keluar Tahanan, Alfian Tanjung Ditangkap Lagi


BAKINUPDATE.COM – Ketegangan sempat terjadi di halaman Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur antara pendukung Ustaz Alfian Tanjung dan pihak Kepolisian Daerah Jatim pada Rabu malam, 6 September 2017. Alfian bebas dari penahanan atas perkara di Surabaya, namun akhirnya ditahan lagi untuk perkara di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Alfian Tanjung menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya terkait perkara dugaan ujaran kebencian pada isi ceramahnya di Masjid Mujahidin Surabaya, Jawa Timur pada awal 2017. Dalam ceramahnya, dia menuding bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama dengan kalimat fitnah.

Ceramah itu diunggah di YouTube pada Februari tahun yang sama. Dia lalu dilaporkan karena isi ceramahnya dianggap menebar kebencian. Namun, dalam sidang putusan sela di PN Surabaya Rabu, 6 Februari 2017, Majelis Hakim menerima eksepsi terdakwa Alfian Tanjung dan menolak dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Selama persidangan, Alfian ditahan di Rutan Medaeng. Putusan sela itu semestinya membuat dia bebas, namun urung menghirup udara segar karena surat penahanan baru yang dibawa pihak Polda Jatim.

Rabu petang, puluhan pendukung Alfian Tanjung berkumpul di halaman Rutan Medaeng. Di sisi lain, puluhan petugas kepolisian berjaga-jaga. Tim kuasa hukum Alfian yang diketuai Abdullah Alkatiri datang berbarengan dengan pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim.

Sesaat kemudian, Alfian Tanjung sempat keluar dari Rutan Medaeng. Dia keluar dengan mengenakan jas berwarna abu-abu dan peci hitam. Wajahnya terlihat tenang.

Sementara itu, pendukungnya meneriakkan kalimat zikir, salawat, dan takbir. Namun, dia berhenti kala petugas dari Ditreskrimum Polda Jatim menyodorkan surat penahanan yang disaksikan tim kuasa hukum.

Atas hal itu, ketegangan sempat terjadi di halaman dalam rutan. Sempat terdengar dari halaman bahwa tim kuasa hukum protes atas penahanan kembali Alfian Tanjung.

Sekira sepuluh menit negosiasi berlangsung, akhirnya polisi berhasil membawa Alfian ke Polda Jatim.

Kuasa hukum Alfian, Abdullah Alkatiri menyayangkan penahanan kembali kliennya. Dia juga mempertanyakan bahwa surat penahanan dari Polda Jatim terkesan dadakan dan tidak pada tempatnya.

"Suratnya tidak ada tanggalnya, cuma tertulis bulan September dan tahun 2017. Mana bisa surat resmi begitu," ujarnya.

Kini Status Ustaz Alfian Tanjung ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena cuitan 'PDIP 85% isinya kader PKI'. Kini Alfian sudah berada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jabar.

"Betul yang bersangkutan sudah di Mako Brimob. Tadi malam sampainya," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan saat dikonfirmasi, Kamis (7/9/2017).

Adi menjelaskan, penahanan Alfian terkait kasus yang dulu pernah ditangani Polda Metro Jaya terkait dugaan penyebaran kebencian. Cuitannya itu kemudian menyinggung kader 85 persen kader PDIP adalah PKI sehingga dilaporkan ke polisi. Alfian lalu ditetapkan sebagai tersangka.
"Kasus yang dulu postingan pernah ditangani kita, kasus penistaan dan pencemaran atas postingan yang bersangkutan di akun Twitter," jelas Adi

Sebelumnya, Alfian Tanjung yang sempat dititipkan 'penahanannya' di Polda Jatim, mulai meninggalkan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Alfian meninggalkan Polda Jatim skeitar pukul 21.00 WIB.

Dari Polda Jatim, Alfian hendak diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses hukum yang ditangani Polda Metro Jaya. Kasus cuitan ini dilaporkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Sumber : http://m.viva.co.id
Redaktur : AMF
 

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.