Wartawan Bukan Pembawa Kesialan Tapi Wartawan Adalah Pembawa Kebenaran


BAKINUPDATE.COM – Berita adalah laporan peristiwa (fakta) yang aktual (terkini), menarik dan penting. Ada juga yang mengartikan berita sebagai informasi terbaru yang disajikan dalam pembacaan atau penulisan yang jelas, aktual dan menarik. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berita diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Fakta adalah peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi.

Berita sendiri berupa fakta dengan kenyataan yang benar-benar terjadi. Pembawa berita disebut juga dengan Wartawan. Banyak segilintir oknum yang anti dengan wartawan alasannya beragam, karena mereka takut apa yang akan dipublish wartawan membawa dampak yang buruk bagi mereka. Sejatinya apa yang wartawan kerjakan pada dasarnya mulia, mereka memberikan informasi segala peristiwa berdasarkan fakta (jika medianya idealis dan tidak memiliki kepentingan). Lantas mengapa ada beberapa oknum yang melabelkan wartawan adalah pembawa kesialan? padahal semua akan baik-baik saja ketika yang bersangkutan berbicara sesuai kenyataan yang ada pada saat wartawan menggelintirkan berbagai macam pertanyaan, serta tidak merasa dirugikan atas segala hal yang diberitakan oleh wartawan. Jika yang bersangkutan atau dalam hal ini bisa disebut sebagai narasumber merasa dirugikan artinya ada yang salah dalam diri narasumber tersebut, atau bisa saja dia takut apabila fakta yang akan diungkapkan justru  membuka aib mereka yang sebenarnya.

Tahukah anda? Laporan terbaru Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan  (UNESCO) menyebutkan seorang wartawan tewas dibunuh setiap 4,5 hari di seluruh dunia. Laporan Direktur Jenderal UNESCO pada 2 November 2016 menyatakan, sejak satu dekade lalu ada 827 wartawan tewas saat bertugas. Menurut laporan yang bertajuk Journalists and the Danger of Impunity, daerah yang paling parah adalah negara Arab, termasuk Suriah, Yaman, dan Libya. Amerika Latin adalah benua kedua paling parah.

Wartawan memiliki kode etik jurnalis yang harus dijunjung tinggi sebagai pegangan dalam melakukan tugasnya. Wartawan dilindungi oleh undang-undang di dalam negeri maupun oleh undang-undang internasional. Wartawan adalah profesi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keakuratan. Setiap pemberitaan yang ditulis sesuai dengan informasi yang dikatakan oleh narasumber (seharusnya), bukan berlandaskan opini si wartawan. Wartawan yang baik seharusnya berpegang pada kode etik bukan hanya mementingkan naiknya rating lembaga yang menaunginya.

Penulis sedih jika melihat segelintir orang yang menutup diri untuk wartawan baik yang sedang mencari berita ataupun yang menjauhi karena berprofesi sebagai wartawan. Sekali lagi, penulis tegaskan bahwa wartawan bukan tukang mencari kesalahan orang lain, wartawan juga bukan pembawa kesialan tetapi wartawan adalah manusia yang diciptakan Tuhan untuk mencari fakta dan informasi untuk mengubah mindset dan pola pikir manusia-manusia yang lain.

Penulis            : Kang Must

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.