Proyek Menara Air Minum Tidak Berpungsi ; Masyarakat Desa Semparong Parit Raden Kecawa


GambarMenara Air Minum Desa Semparong Parit Raden Dusun Hidayah. Tidak berpungsi sejak dibangun sampai saat ini( Oktober 2017). STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat )
BAKINUPDATE.COM, PONTIANAK – Berdasarkan Laporan Masyarakat, Tahun Anggaran 2015. Program   Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (PAM-STBM) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pontianak Di Desa Semparong Parit Raden. Dibangun 2 unit menara air dan 1 unit Di Desa Malikian 1 Unit Kec Mempawah hilir, Proyek tersebut Gagal total dan tidak berpungsi sama sekali.

Sebagai suatu pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku gerakan perubahan secara total dan komprehensif tidak akan Buang Air Besar Sembarangan, artinya semua masyarakat di desa Semparong Parit Raden dan Desa Malekian dengan dibangunnya menara Penyedian Air Minum dimaksud sudah memiliki sanitasi air bersih sebagai air minum dan untuk keperluan sehari-hari.

Gagalnya Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (PAM-STBM) Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pontianak di Desa Semparong Parit Raden sebanyak 2 unit menara air dan Di Desa Malikian 1 Unit. Dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada Masyarakat secara mendalam untuk mencari titik sumber mata air bersih dilingkungan pedesaan, sebagai bahan baku dari menara air yang dibangun dan sebagai sumber air bersih dan sanitasi bagi Masyarakat di daerah Desa tertinggal yang di utamakan tetapi proyek tersebut dibangun untuk keuntungan kontraktor dan oknum desa yang tidak bertanggung jawab. Proyek tersebut dibangun oleh CV. KARTIKA SARI Mempawah.

Proyek tersebut Dikerjakan asal-asalan saja, menara air dibangun dengan sarana dan prasana yang disiapkan asal jadi dan uangnya cair Kontraktor untung Negara rugi, dan rakyat sangat dirugikan sekali Karena STBM ( Sanitasi Total BerbasisMasyarakat ) yang dibangun untuk suatu pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk melakukan perubahan ternyata hanya mimpi.

Bahwa dengan dana ratusan juta rupiah. Proyek ini dikerjakan seperti tidak ada perencanaan yang matang Oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, dan lemahnya pengawasan dari Dinas dan Masyarakat Desa Semparong.

Ketua DPP LSM Tim Bidik Garuda Sakti Kalimantan Barat Yusran.H.Usman. Minta kepada Ketua Kejari Mempawah untuk memanggil Dinas Kesehatan Mempawah dan Oknum Desa yang membuat perencanaan bersama kontraktor secara sembarangan, harus bertanggung jawab. Untuk segera diperiksa. Mengingat pembangunan menara air tersebut sudah 2 tahun tidak berpungsi sama sekali. Awak media Bakin yang menghubungi dinas kesehatan Mempawah lewat HP namun gagal karena hpnya tidak aktif. Dan kades semparong Bapak SANIMAN yang kami hubungi mengatakan “ Itu urusan bagian pembangunan dan BPD selaku pengawas desa, saya tidak tahu. Karena proyek tersebut di danai APBN dan itu Ada bagian-bagian yang mananganinya,” ujarnya pada awak media Bakin.

Pembuatan Sumur bor seharusnya untuk mendapatkan titik mata airnya telah diketahui terlebih dahulu dan menjadi prioritas utama dan tidak seharusnya kontraktor menggunakan alat pengeboran yang manual dan sederhana dan mesin air sebagai alat penyedot air, dan pengantar air kemenara penyulingan tidak seharusnya menggunakan mesin air skala rumah tangga. Karena dana yang dianggarkan untuk sebuah menara air minum dan pasilitasnya Cukup besar, Rp.199.397.010.-per unit .

Pembangunan sarana air termasuk  yang bukan jaringan perpipaan, dengan lokasi sasaran adalah masyarakat desa dan pondok pesantren di Daerah Desa Tertinggal. Seharusnya masyarakat Desa Semparong mengawasi pembangun air minum tersebut secara bersama-sama, dan tidak membiarkan proyek tersebut di depan mata dibuat secara serampangan. Asal jadi saja.Tapi tidak bermanpaat bagi masyarakat di daerahtersebut segera laporkan kePolisi dan Kejaksaan.(TIM).

Reporter : Yusran H Usman
Editor : AMF

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.