Doni Mulyana Kurnia: Sebagai Kader Demokrat, Saya Merasa Dirugikan, "Ruli Itu Anak Kemarin Sore !!"


BAKINUPDATE.COM, Bandung -  Bakal Calon Walikota Bandung dari Jalur Independen, Ir. Doni Mulyana Kurnia ketika ditanya para wartawan di Gedung BKM Sabtu 11/11/2017 mengapa ia maju Piwalkot dari perahu Independen? Bukankah Bapa itu sebagai kader dan sekaligus pengurus di DPP Partai Demokrat?

Ditanya pertanyaan seperti itu, pria jebolan ITB seangkatan Walikota Ridwan Kamil itu menjawab enteng dan blak-blakan, 

"Saya maju pakai perahu Independen ada sebab musababnya, akibat saya ditendang dari Partai saya sendiri yaitu, Partai Demokrat, yang sekarang menetapkan Chairul Yakin Hidayat (Rully) sebagai Calon Wakil Walikota Bandung mendampingi Nurul Arifin dari Golkar. Terus terang saya sebagai kader Demokrat merasa dirugikan dengan keputusan ini, 

"Rully itu siapa?" Dia cuma anak kemarin sore yang baru masuk Partai (2017), hanya kader karbitan yang tiba-tiba ditunjuk Wakil Bendahara DPP PD, karena anaknya mantan Menteri Perumahan MS Hidayat yang notabene banyak uang.  

Sementara saya ini, masuk Partai Demokrat sejak tahun 2008, berawal selaku Ketua Biro Perencanaan Departemen Pertahanan DPP Partai Demokrat, kemudian selaku Sekretaris Departemen Ristek dan Pendidikan Tinggi DPP Partai Demokrat, kemudian satu-satunya kader Demokrat yang menulis buku biografi singkat SBY... dengan kata pengantar oleh Waketum DPP PD Dr. Syariefuddin Hasan SE., MBA, dan yang terakhir 2015 menjadi Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung dari Partai Demokrat."

Dijelaskan lebih lanjut oleh Doni, "Dengan keputusan final di Partai Demokrat ini, maka saya ambil sikap untuk pakai perahu Independen karena perahu Independen dengan dukungan masyarakat secara langsung melalui dukungan KTP & TTD, adalah salah satu solusi bagi kader partai yang dirugikan, dikarenakan PARTAI SAKIT JIWA yang memutuskan kebijakan politiknya hanya berdasarkan, "UANG dan UANG" sementara Kekaderan, Ide dan Gagasan Brilyan seorang kader tulen, sama sekali diabaikan, padahal kalau dinilai, jauh lebih tinggi daripada sekedar uang." pungkas Doni.

Ketika ditanya apakah ia keluar dari keanggotaan partai? Doni menjelaskan, "Dengan pakai jalur Independen ini, saya tidak keluar dari Partai Demokrat ...cita-cita saya, manakala saya menang terpilih menjadi Walikota Bandung, ...Pak SBY akan berterima kasih kepada saya. Ternyata "Anak Tirinya" yang mampu mengharumkan nama Partai.

Hikmah dari keputusan politik saya ini, Insya Allah sangat baik untuk pembelajaran politik bagi masyarakat, dalam era demokrasi  sekarang ini, khususnya dalam ranah Pilkada, perlu ada kontrol terhadap penyimpangan demokrasi, manakala beli perahu partai itu sangat mahal, hanya kapitalis-kapitalis dan orang  berduit yang mampu membeli perahu partai, dalih dan dalilnya beragam macam, hanya pada intinya tetap saja "WANI PIRO" dulu, sebelum dicalonkan partai-partai. 

Inilah yang sekarang terjadi, Demokrasi kapitalis, oleh karena beli perahu sangat mahal, akibatnya si Calon Terpilih alamiah melakukan Politik Balik Modal bin Sumber Korupsi, terbukti ratusan Kepala Daerah ditangkap KPK, yang notabene dipilih langsung oleh rakyat."

Perahu Independen adalah harapan besar untuk menjalankan Demokrasi Kerakyatan, di sini dibangun mekanisme politis yang sehat dengan modal Silaturahmi dan Keiklasan." pungkasnya mengakhiri pernyataannya.

Reporter: Anggadipura

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.