Terpental Dari Konvensi Demokrat, Doni Mulyana Kurnia (DMK) Maju Pilwalkot Bandung 2018 Dari Independen


BAKINUPDATE.COM, Bandung - Ir. Doni Mulyana Kurnia (DMK) salah satu bakal calon walikota/wakil peserta Konvensi Partai Demokrat yang jauh-jauh hari terpental, tampaknya tidak berhenti sampai di situ saja. Dengan alasan tidak ingin mengecewakan para pendukung dan para relawan, ia berencana maju dalam Pilwalkot Kota Bandung 2018 dari jalur Perseorangan.

Sabtu, 11 Nopember 2017 bertempat di Gedung BKM Bandung, Doni Mulyana Kurnia mendeklarasikan maju sebagai peserta Pilwalkot Kota Bandung berpasangan dengan Ir. Yayat Rustandi, MS. Tr

Berikut adalah release yang diterima redaksi bakinupdate.com dari kedua pasangan yang mendeklarasikan dari jalur Independen.

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Dalam proses pencalonan saya untuk maju menjadi Calon Walikota Bandung ini, penuh dinamika, berbeda manakala di tahun 2015 saya menjadi Calon Wakil Bupati Bandung, ketika itu DPC Partai Demokrat, DPD dan DPP solid mengukuhkan saya selaku kader terbaiknya, menjadi Calon Wakil Bupati Bandung.

Di kota Bandung ini, saya merasa dirugikan oleh partai saya sendiri yang sudah tidak proporsional dalam mengelola PILKADA, diawali dengan di tendangnya saya dari arena konvensi, hanya karena alasan-alasan yang tidak masuk di akal, sementara orang-orang luar partai dan  kader karbitan di dukung dan di elu-elukan.

Bau busuk  ini pun akhirnya terlihat dari hasil konvensi yang diajukan DPC dan penetapan calon oleh DPP, dengan orang yang berbeda. Oleh karena kondisi yang tidak sehat inilah, serta desakan dan animo masyarakat yang menghendaki Walikota Bandung yang minimal punya kemampuan seperti Ridwan Kamil, maka saya berketetapan hati untuk maju di jalur INDEPENDEN, karena pada intinya kepentingan Masyarakat kota Bandung, melebihi kepentingan Partai.

Dan Insya Allah, keputusan politik saya ini, akan besar hikmahnya bagi pembelajaran politik berdemokrasi bagi masyarakat.

Gayung bersambut, Alhamdullilah dukungan masyarakat yang besar ini, kemudian saya organisir dalam PASUKAN DMK, yang saat ini bekerja keras siang dan malam bergerak untuk mengumpulkan dukungan KTP dan TTD. WA group sudah saya buat dengan 30 WAG Panser untuk pendukung di setiap Kecamatan, dan 151 WAG Kavaleri untuk pendukung di setiap Kelurahan, dengan  kisaran anggota setiap group 30 s.d 70 orang, dan setiap hari berkembang terus jumlahnya. Kemudian saya bentuk hierarki kepengurusan organisasinya, dengan  menunjuk Panglima PASUKAN DMK sebagai pucuk pimpinan, kemudian enam orang Kepala Daerah Pemilihan (DAPIL), 30 orang Komandan PANSER (tingkat Kecamatan), 151 orang Komandan KAVALERI (tingkat Kelurahan), dan akan terus berlanjut sampai dengan 1561 orang Komandan INFANTRI (tingkat RW) dan terakhir  9691 orang  Komandan SKOCI (tingkat RT). Dengan kerja keras PASUKAN DMK ini Alhamdullillah saat ini menurut laporan sudah 60.000 lebih dukungan KTP dan TTD terkumpul.

VISI MISI saya adalah DURIAT BANDUNG JUARA, dengan program-program  prioritas pembangunan berkelanjutan yang sudah dirintis sahabat saya RIDWAN KAMIL,  seperti taman-taman tematik dengan target sasaran untuk peningkatan indeks kebahagian warga kota, manakala saya terpilih  jadi walikota, akan  saya lengkapi dengan Mushola-mushola tematik, sehingga kebahagiaan itu menjadi lengkap dan seimbang lahir dan batinnya. Kemudian kalau RK buat BANDROS, saya akan buat Bandung Tour on LRT (BANDROL), yaitu moda transportasi anti macet warga kota, Insya Allah akan terwujud, tidak seperti wacana Monorel yang kemahalan. Kalau sudah terbangun moda transportasi BANDROL ini, kota Bandung akan betul-betul menjadi PARIS VAN JAVA, karena kota PARIS pun menggunakan LRT untuk moda transportasi anti macetnya, selain itu saya sudah punya konsep-konsep antisipasi macet, penanganan sampah, pasar becek, pembinaan dan penataan PKL serta REFORMASI BIROKRASI dengan pembentukan DEWAN KOTA.

Dan untuk mewujudkan semua cita-cita  ini, saya memilih *IR. YAYAT RUSTANDI MS.Tr.*, untuk membantu saya memimpin kota Bandung. Kang Yayat adalah ahli perhubungan nomor wahid di Indonesia, dengan segudang pengalamannya di PT KAI.

Redaktur : Musthopa

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.