Ustadz Irfan S. As Was: Prilaku Banser Dan GP Anshar Meresahkan, Intoleran Dan Radikal


BAKINUPDATE.COM, Bandung - Ketua Lajnah Tanfidziah Majelis Mujahidin, Ustadz Irfan S. As Was, angkat bicara terkait insiden yang menimpa pada Ustadz dan Mubalig yang dibubarkan pengajianya atau dilarang-larang memberikan ceramah kepada jamaahnya karena dituduh Anti Pancasila dan dapat memecah belah NKRI.

"Prilaku Banser dan GP Anshar di bawah perlindungan PBNU pimpinan Said Aqil Siraj, akhir-akhir ini sungguh meresahkan. Radikal, intoleran, bengis, melakukan sesuatu yang bukan haknya. Atas dasar kebencian, mereka membubarkan pengajian dan berani melanggar hukum untuk mencekal sejumlah Da'i dan muballigh: Felix, Bahtiar Nasir, Shabri Lubis. Semua ini dilakukan, bukan untuk menegakkan keadilan, melainkan dimotivasi hawa nafsu dan persepsi negatif.

Ironisnya, pendakwah Cina Muslim, Felix, pengajiannya dibubarkan dan orangnya dicekal. Sebaliknya, Cina non muslim, Heri Tanoe, bebas berkeliaran di pondok pesantren NU. Pakai baju koko, sorban, dan para santri cium tangan. Bahkan mengangkatnya sebagai ketua yayasan pesantren.

Fenomena adu domba ini sungguh mengkhawatirkan . Potensi konflik sedang mengintai umat Islam. Karena itu para
ulama, ustadz,   intelektual muslim, serta semua jajaran umat Islam yang berfikir jernih,  bukan munafiq, bukan onderbow musuh Islam, agar aktif bergerak dalam kancah Sosial-Politik Islam. Karena sumber masalahnya bercokol di situ.

Umat Islam harus memosisikan ormas intoleran dan sok pancasilais ini sebagai musuh bersama sampai mereka menghentikan prilaku premanisme agama ini.

Firman Allah Swt: "Jika dua golongan orang mukmin saling membunuh, maka hendaklah kalian damaikan mereka. Jika salah satunya berbuat zalim kepada yang lain, maka perangilah yang berbuat zalim itu, sampai mereka kembali kepada syariat Allah. Jika mereka mau kembali kepada syariat Allah, maka damaikanlah mereka dengan adil. Wahai orang-orang mukmin, berlakulah adil. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." (Qs. Aljujurat, 49:9).

Redaktur : Mustopa

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.