NSEAS: Ada Apa Dengan Jokowi? Kok Elektabilitasnya Terjun Bebas?


BAKINUPADATE.COM, Jakarta - Minggu 03 Desember 2017, 14:21 WIB
Survei Orkestra: Elektabilitas Jokowi 24,38%, Prabowo 21,9% (Parastiti Kharisma Putri - detikNews).

Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) melakukan survei elektabilitas terhadap nama yang muncul di radar Capres 2019. Hasilnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas 21,9% masih menjadi lawan bersaing Presiden Jokowi dengan elektabilitas 24,38%.

"Prabowo masih kuat jadi lawan bersaing Jokowi pada Pilpres 2019 yang akan datang. Kandisat ini akan mempersiapkan diri masing-masing. Kita senang kalau ada dua pasang biar demokrasi lebih hidup," kata Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatulloh di Gado-Gado Boplo, Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017).

Poempida mengatakan, elektabilitas Jokowi dan Prabowo berdasarkan hasil survei yang dilakukan Orkestra berimbang. "Jokowi dan Prabowo hanya 3% dengan margin of error +- 3% berarti imbang antara Jokowi dan Prabowo. Ini warning bagi Jokowi," sebutnya.

Pada survei tersebut juga muncul nama-nama yang terprediksi pada Pilpres 2019. Bahkan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun muncul pada hasil survei tersebut.

"Di sini juga muncul, lumayan fresh juga ini nama-nama baru. Nama Pak Gatot Nurmantyo muncul, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) muncul, Anies Baswedan muncul. Tapi ini aneh kok SBY muncul lagi, ini nama nya top of mind kita ga bisa tahan," tuturnya.

Orkestra melakukan survei kepada 1300 responden di 34 provinsi di Indonesia. Survei diambil mulai tanggal 6 November sampai 20 November 2017 dengan menggunakan metode multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +- 3%.

Responden adalah penduduk Indonesia berusia minimal 17 tahun yang menjawab sesuai yang ada dipikirannya (top of mind). Wawancara dilakukan secara langsung tatap muka dengan panduan kuisioner oleh surveyor yang tersebar di seluruh Provinsi.

Berikut hasil survei Orkestra terkait elektabilitas Capres 2019.
1. Jokowi 24,38%
2. Prabowo 21,9%
3. Gatot Nurmantyo 2,80%
4. AHY 2,31%
5. Anies Baswedan 2,14%
6. SBY 1,81%
7. Jusuf Kalla 1,48%
8. Ridwan Kamil 1,32%
9. Risma 1,24%
10. Mahfud MD 1,07%
11. Nama lainnya 5,93%
12. Tidak Tahu atau Tidak memilih 34,43% (yas/nvl)

Komentar NSEAS:
Angka elektabilitas Jokowi 24,38 % di atas menunjukkan angka terjun bebas. Padahal 3 tahun lalu elektabilitas Jokowi sekitar 54 %, setahun kemudian sekitar 50 %,  terus terjun rata2 di bawah 40 %. Kini versi Lembaga Survei ini jauh di bawah yakni hanya 24,38 %.

Dari pengalaman pemilihan langsung di Indonesia, Incumbent bisa menang lagi jika elektabilitas terakhir di atas 60 %. Jika angka elektabilitas Jokowi tetap dan tidak bisa di atas 60 % menjelang Pilpres 2019, dipastikan akan gagal.

Apa harus dilakukan Rezim Jokowi agar elektabilitas bisa menaik drastis dua tahun  ke depan? Kita harus jawab dulu pertanyaan : mengapa elektabilitas Jokowi terjun bebas? Padahal,  posisinya penguasa tertinggi negara dan dicitrakan populis alias merakyat.

Lebih ironis lagi, ada 7 parpol  mendukung Jokowi sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019, tokh elektabilitas Jokowi tak usahakan bertahan, bahkan terjun terus  bebas, tak terbendung. Mengapa elektabilitas Jokowi tetap terjun bebas padahal sudah didukung parpol seperti Golkar, PPP, Hanura, Nasdem dll? Aneh memang!

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.