Korban Pencabulan Anak Di Bawah Umur Mendapat Perhatian KPAI Kab. Bandung dan LBH BALINKRAS


BAKINUPDATE.COM, - Bandung - Banyaknya kasus pencabulan yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Bandung terutama di  Bandung Timur termasuk zona paling rawan, membuat kita miris, terutama bagi orang tua yang mempunyai anak–anak kecil.
Pelaku dengan berbagai cara untuk melakukan pencabulan atau pemerkosaan terhadap anak di bawah umur

Seperti halnya di wilayah Hukum Rancaekek Kabupaten Bandung telah terjadi pencabulan terhadap anak di bawah  umur yang menimpa terhadap inisial GT (13 tahun) yang masih kelas IV SD menjadi korban pencabulan oleh pemuda yang ber Inisial AG, seorang warga Abdi Negara  Bandung.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Bantuan Hukum Badan perlindungan Kekerasan ( LBH Balinkras) Kabupaten Bandung. 

Langkah cepat pun dilakukan oleh Edendy, SH, anggota LBH Balinkras dan Direktur Eksekutif Foundation,  Rd.H.D.Maryana.SH menanggapi laporan warga dengan mendatangi langsung ke pengurus RW Desa Bojong Jati dan melakukan upaya investigasi.

Dengan menggandeng   KPAI kabupaten Bandung, membawa permasalahan ini untuk diketahui oleh Polsek Rancaekek dan melanjutkan proses laporan ke Polda Jabar pada  unit PPA.

Ketua KPAI Kabupaten Bandung, Ahmad Saftari Al Fadil mengatakan, "Wilayah Bandung Timur termasuk zona rawan untuk kejahatan pencabulan anak di bawah umur, Kami berharap, pelaku pencabulan anak di bawah umur harus dilakukan tindakan hukum yang serius oleh pihak berwenang, karena pelaku tersebut sudah melanggar Undang Undang perlindungan Anak dan Tindak Pidana Kesusilaan." cetus Ahmad.

Ditambahkan oleh Ahmad, "Kami laporkan pelaku pencabulan ke pihak berwenang yakni ke Polda Jawa Barat untuk proses penanganan hukum terhadap perilaku bejad itu, selanjutnya hasil pelaporan Hari senin 15-01 dari Polda Jawa Barat akan dilakukan Visum dan penyelidikan kepada korban."

Untuk pelaku pencabulan atau pemerkosaan yag disertai kekeras sepantasnya bagi para pemangsa anak di bawah umur mendapat Hukuman yang setimpal dengan perbuatanya, Untuk pelaku akan dijerat Hukuman sesuai dengan ketentuan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pelaku dapat dijerat pasal 82 yaitu dengan sanksi pidana kurungan minimal  7 tahun maksimal 15 tahun  penjara dan denda Rp 150 juta.

"Kami menghimbau kepada masyarakat atau orang tua anak yang mempunyai anak yang masih di bawah umur agar  tidak lepas dari bimbingan dan perhatian khusus terhadap anak anaknya, Kamipun berharap kepada Pemerintah dan Penegak Hukum terhadap kasus seperti ini, korban mendapatperhatian khusus."  tegas Ahmad mengakhiri pernyataanya.



Redaktur: AMF

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.