Polisi Segel Lima Salon Waria di Aceh Utara Guna Cegah LGBT


BAKINUPDATE.COM,-Lhoksukon – Lima salon kecantikan yang dikelola atau mempekerjakan waria (banci) di Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, dipasangi garis polisi, Sabtu, 27 Januari 2018 malam. Hal itu dilakukan untuk mencegah merebaknya wabah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).
Pantauan di lokasi, sepeti yang dirilis dari laman Portal satu Aceh, razia dan penindakan itu dipimpin langsung Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji, yang didampingi Kasat Reskrm Iptu Rezki Kholiddiansyah. Turut serta tim gabungan Polres Aceh Utara dari Satuan Reskrim, Narkoba, Intel dan Sabhara. Di lokasi juga terlihat puluhan anggota Satpol PP dan WH Aceh Utara.
“Kita datangi dan periksa semua lokasi dengan alat pendeteksi narkoba. Setelah itu, tes urine semua banci yang ada di lokasi. Saya minta maaf, apabila ada yang berhubungan dengan banci akan kita sikat rata, tidak baik untuk generasi kita,” ujar AKBP Untung Sangaji saat memberi arahan anggota sebelum menuju lokasi.
Untung Sangaji mengatakan saat ini jumlah atau populasi banci di Aceh Utara terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari hasil penyelidikan pihaknya, saat ini tercatat lebih dari 30 banci.
“Semua lokasi yang kita datangi, kita police line. Saya sudah dua kali menerima laporan langsung dari orang tua (ibu-ibu) yang mengadu anaknya digoda banci, diberi perawatan gratis di salon dan lainnya. Ibu-ibu itu mengadu sambil menangis, ini tidak bisa dibiarkan. Saya juga merasa tidak manusiawi jika membiarkan penyakit ini berjalan berkelanjutan,” kata AKBP Untung Sangaji.
Puluhan waria atau banci dibawa menggunakan truk Satpol PP menuju Polres Aceh Utara. Razia yang dimulai pukul 21.20 WIB (Sabtu) itu berakhir pukul 00.05 WIB (Minggu). [] (*sar)


Portal satu

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.