Akhirnya Oknum Polisi Penembak HP Wartawan Online itu Disidang Propam Polres Mempawah



BAKINUPDATE.COM,- Mempawah Kalbar - Bripka HPS, oknum anggota Polri yang menjabat  Kanit Sabhara Polsek Batu Ampar Polres Mempawah,  akhirnya menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan disiplin dan atau kode etik profesi Polri oleh Propam Polres Mempawah, Selasa 27 Februari 2018.

Bripka HPS dilaporkan oleh seorang wartawan online  bakinupdate.com Biro Kubu Raya Kalbar ke Polres Mempawah tanggal 12 Desember 2017 terkait dengan penembakan HP miliknya yang dilakukan oleh Bripka HPS pada tanggal  7 Desember 2017 di Kubu Raya Kalbar.

Agenda pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran disiplin dan atau kode etik profesi Polri dengan menghadirkan para saksi, di antaranya: Gustang (30), Supardi (45), Ilham (22), Usman (51) dan Saksi Pelapor Hendri Susanto (34).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban Hendri Susanto seorang jurnaslis online Bakinupdate diduga diintimidasi oleh pelaku dengan cara dibentak-bentak dan HPnya direbut paksa kemudian pelaku menaruhnya di tanah dan terus menembaknya sampai HP milik korban bolong. Tidak berhenti sampai disitu, pelaku kemudian membuangnya ke parit.


Korban pada saat kejadian, sedang melaksanakan tugas jurnalisnya di lapangan Perkebunan Kelapa Sawit, tiba-tiba datang oknum anggota polisi yang bernama Bripka HPS

Oknum polisi tersebut tanpa sebab yang jelas marah-marah sambil berteriak  memanggil-manggil nama korban dengan bahasa yang kurang sopan.

Karena dipanggil-panggil, korban mendatangi Bripka HPS. Setelah dihampiri oleh korban, Bripka HPS mengajaknya ke area yang berjarak 600 meter dari tempatnya berdiri.

Setelah sampai, oknum polisi memaksa meminta HP korban sambil mengeluarkan pistol di pinggangnya. Dan dalam pergerakan mengeluarkan pistol tersebut, pistol sedikit mengarah ke tubuh korban, Karena merasa kaget dan takut, korban pun memberikan Hpnya.

Setelah Hp diambil oleh pelaku, tanpa diduga, pelaku meletakkan Hp korban di tanah dan tanpa basa basi menembaknya sampai bolong lalu membuangnya ke sungai/parit.


Atas kejadian tersebut, korban kemudian melapor ke Polsek Batu Ampar dan Polres Mempawah.

Dugaan sementara  korban, bahwa pelaku marah kepadanya karena korban menemukan beberapa kayu gelondongan di Hutan Rakyat yang diduga  hasil ilegal loging dan korban melaporkannya kepada Kepala Desa serta Koramil atas penemuan kayu ilegal tersebut.

Diduga oknum polisi tersebut ada kaitannya dengan pemilik kayu yang diduga ilegal tersebut.

Koorwil bakinupdate.com Kalbar, Bung Yusran mengapresiasi langkah Polri dalam menindaklanjuti kasus tersebut. Ia berharap, UU Pers No 40 tahun 1999 digunakan juga dalam memproses hukum yang berkaitan dengan wartawan. Pasal 18 menegaskan hukuman penjara 2 tahun dan denda 200 juta bagi siapa saja yang menghalang-halangi tugas wartawan.

"Wartawan kita, Bung Hendri sedang mengadakan tugas pencarian informasi dalam rangka peliputan berkaitan dengan temuan kayu yang diduga hasil dari ilegal loging, kok tanpa ada angin, tiba-tiba tugasnya dihalang-halangi dan diintimidasi, dilecehkan bahkan Hpnya ditembak sampai bolong," ujar Bung Yusran  kepada Media.

Bung Yusran berharap, ke depan tindak kekerasan, pelecehan terhadap wartawan tidak boleh terjadi lagi karena wartawan mengemban tugas yang sangat mulia yakni menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta profesinya dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.


Baca Berita Terkait:

Oknum Polisi Diduga Intimidasi Wartawan Online Dan Tembak HPnya Hingga Bolong

Oknum Polisi Polsek Batu Ampar Polres Mempawah Kalbar, Akhirnya Dilaporkan !!

Oknum Polisi Penembak HP Wartawan Online Dikenakan Dua Sanksi



Koorwil Kalbar/Yusron

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.