Ketum Partai Demokrat: "Saya difitnah, Ini Jihad Saya, This is My War"



BAKINUPDATE.COM,- Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono merasa menjadi korban fitnah  di media sosial oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. SBY tak terima namanya disebut-sebut dan diseret-seret dalam kasus skandal mega korupsi e-KTP.

Hal itu disampaikan SBY di hadapan para kadernya di  Jakarta 7 Pebruari 2018.

Nama mantan presiden dua periode itu pertama kali disebut oleh Mirwan Hamid dalam kesaksian sidang korupsi e-ktp untuk terdakwa Setya Novanto

Dalam kesaksiannya itu Mirwan mengaku sudah menyarankan dan melaporkan  kepada SBY yang pada saat presiden, agar proyek e-ktp tidak dilanjutkan karena bermasalah. Akan tetapi, SBY kala itu disebut-sebut tetap merestui dengan alasan untuk data pilkada.

"Saya akan lakukan jihad untuk sebuah keadilan, Ini jihad saya. This is My War" tegas SBY

Ditambahkan, bahwa  akan ditempuh  proses jalur hukum melaporkan pengacara Setya Novanto, yakni Firman Wijaya yang telah menyeret namanya di luar persidangan.

SBY mengaku merasa perlu memperjuangkan keadilan atas fitnah yang diterimanya. Sebab katanya, masih banyak rakyat yang tidak berdaya ketika diperlakukan tidak adil.

"Saya ucapkan terima kasih. Saya tahu, kader sakit hati dan marah. Saudara menilai, ini menghancurkan SBY dan keluarga, demokrat jadi sasaran. Biar saya sendiri datang ke Bareskrim. Saya dapat pesan dari mantan mentri anggota KIB, ingi beri bantuan. Tapi tidak perlu teman-teman. Saya katakan, saya ingin teman hidup tentram, biar ini saya selesaikan.Ini Jihad saya. This is My War." tegas SBY yang disambut tepuk tangan para kadernya.


Biro Jabotabek: Mang Aswan





Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.