Maksud Hati Ingin Menjadi Pejabat Definitif, Plt Kadis Ini Suap Bupati Hingga Jadi Tersangka


BAKINUPDATE.COM,- Jakarta -  Nasib apes menimpa Inna Silestyanti, Sang Pejabat Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Pemkab Jombang.

Ia terciduk Komisi Pemberantasan Korupsi akibat menyuap Bupati Jombang pimpinannya, Nyono Suharli.

Inna menyuap Bupati Jombang, agar kesempatan untuk menjadi Kepala Dinas Kesehatan dilancarkan. Sebab selama ini, Inna masih belum definitif, alias masih Plt Kadis.

Modus operandi yang digunakan oleh Inna adalah dengan cara mengutip Pungutan Liar (Pungli) dari seluruh Puskesmas yang ada di Jombang, yakni 34 Puskesmas.

Dana yang dikutip adalah dana kapitasi Puskesmas sebesar 400 juta/puskesmas per tahun.
Besaran dana yang dikutif adalah 7 persen, dengan pembagian 1persen untuk Kepala Dinas, 1 persen lagi untuk Kepala Paguyuban Puskesmas dan 5 persen untuk Bupati.

Dari hasil mengutip itu, Inna kemudian memberikan uang kepada Bupati Nyono sebesar 200 juta pada Desember 2017. Dan kemudian Inna memberikan lagi uang pada awal  Pebruari sebesar 75 juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Nyono telah menggunakan uang 50 juta untuk promosi kampanye di media lokal sehubungan akan maju lagi di Pilkada 2018.

Niat busuk dari kedua pejabat tersebut, rupanya terhenti sampai disitu. Karena Petugas KPK, Sabtu 3 Februari 2018 menciduknya di Solo Jawa Tengah  dan keduanya ditetapkan sebagi tersangka,

Nyono sebagai Penerima Suap, dan Inna sebagai Pemberi Suap. Atas perbuatannya, Nyono dijerat dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-undang nomor 31/99 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Inna, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undan-uandang no 31/99 sebagaimana  diubah dengan Undang-uandang no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tampaknya, OTT KPK selalu berulang dan akan berulang. Para politikus busuk tak jera-jeranya melakukan korupsi demi ambisi pribadi dan syahwat politiknya, meskipun untuk meraihnya menggunakan cara-cara yang melanggar hukum.



Biro Jabotabek/Mang Aswan Carlos Purba








Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.