Santri Al Futuhat Garut Jadi Korban Penganiayaan Orang Tak Dikenal !


BAKINUPDATE.COM,- Garut - Seorang santri di Pondok Pesantren Al Futuhat, Kecamatan Leles Kabupaten Garut Jawa Barat menjadi korban kekerasan orang yang tidak dikenal.

Santri yang bernama Abdullah mengalami penganiayaan, yakni ditebas oleh senjata tajam sampai dipukul dengan menggunakan bambu.

KH Akhmad Syatibi, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al Futuhat membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskan olehnya, bahwa memang sebelum kejadian, sabtu siang ada dua orang perempuan yang menanyakan lokasi pondok pesantren. Akan tetapi tidak menaruh curiga.

Malam harinya, yakni malam minggu, santrinya yang bernama Abdullah didatangi oleh seseorang yang menyebut ada kecelakaan yang lokasinya tidak jauh dari lokasi pondok pesantren. Dan Abdullah dimintai pertolongan dengan dibonceng pake sepeda motor.

Akan tetapi, korban malah dibawa ke daerah Kadungora yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari lokasi pondok.

Setelah sampai di Kadungora, korban diturunkan dari motor. Lalu setelah ditinggalkan, sudah ada 6 orang berperawakan besar.

Keenam orang tersebut tak langsung menganiaya korban, akan tetapi menanyakan dulu dalam Bahasa Sunda, "Maneh Santri Haji?' Korban menjawab "Iya" .

Setelah diketahui korban mondok di Pesantren,Al Futuhat,  malah korban dianiaya dengan cara dipukul, dibacok pake golok dan pisau.

Meskipun anak itu dipukul dan dibacok, alhamdulillah anak itu selamat, cuma bajunya saja yang robek. Baru roboh, setelah anak itu dipukul dengan memakai bambu.

Setelah kejadian itu, korban pun segera menuju Pesantren untuk melapor dengan berjalan kaki.

Polres Garut, tak tinggal diam atas kasus penganiayaan yang menimpa salah satu santri Ponpes Al Futuhat dan segera mengadakan prarekontruksi, Senin 5/02/2018.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna ketika dihubungi pada saat prarekonstruksi menjelaskan, "Dari laporan tadi sementara, masih pendalaman kaitan kejadian yang atas nama korban Abdullah kejadian malam minggu, prarekonstruksi hari ini. Kami meminta waktu untuk menyimpulkan dalam beberapa hari ke depan."


Pewarta; Mang Jajang Suyud/Biro Garut



Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.