Hikayat Nabi Yusuf As Sebagai Refleksi Cermin Masa Kinihim Pilpres 2019

Oleh: Ir. Dony Mulyana Kurnia
Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat {BIMA)

BAKINUPDATE.COM,- Hinggar binggar Pilpres tidak terelakkan, akibat kembali bertarung Head to Head antara Jokowi dan Prabowo, kedua kubu mulai melancarkan serangan-serangan yg tidak ada hentinya, setiap detik selalu berseliweran peluru-peluru medsos dari kedua kubu di dunia maya
Fenomena terjadi di detik-detik terakhir deadline pendaftaran KPU, pemilihan Cawapres, saya melihat proses elegan terpilihnya Kiayi Ma'ruf Amin menjadi Cawapres, keajaiban terjadi, bagaimana bisa seorang yang sudah lanjut usia, tidak punya partai dan tidak punya uang untuk beli partai, bisa terpilih menjadi Cawapresnya Petahana.
Bargain potition Pak Kiayi jelas sekali runtutannya dari kekuatan Fatwa yang dia keluarkan melalui MUI terkait penista agama, yang kemudian melahirkan GPNF MUI, dan meledaklah menjadi gerakan 212 yang fenomenal, hingga di hukumnya penista agama
Jika melihat runtutan kejadian-kejadian ini, sudah barang tentu menjadi benang merah terpilihnya KMA menjadi cawapres oleh JKW, karena kekuatan MUI, NU dan PKB sebagai pendukung utama KMA dalam merekomendasikan kepada JKW tidaklah cukup kuat, karena jika tidak ada benang merah kekuatan 212, sudah barangtentu representasi Golkar sebagai partai nomor urut dua, lebih berhak menjadi cawapres, seperti halnya tahun 2014, manakala JK menjadi cawapres.
Ketika diumumkan seorang Ulama menjadi cawapres, yang pekerjaanya setiap sa'at buka kitab, mengajar kitab, shalat di mesjid, shaum, bahkan jadi gurunya ulama dan para hafidz Qur'an, sehingga bisa disebut Al-Qur'an berjalan, terlepas dari kekurangan sebagai manusia biasa, sudah barangtentu fenomena ini bisa menjadi bahan renungan dan kontemplasi untuk melakukan survey batiniah
Al-Qur'anul Karim merupakan cermin yang tepat untuk ummat Islam melihat secara jernih fenomena ini, manakala membaca hikayat Nabi Yusuf a.s, kita tahu Nabi Yusuf a.s di penjara akibat fitnah yang menimpa dirinya, kemudian di dalam penjara dengan pengetahuan yang diberikan Allah Swt., beliau mampu menafsirkan mimpi-mimpi  sesama terhukum dan lingkungan penjara dengan sangat tepat, keajaiban ini hingga terdengar oleh raja, refleksi cermin hikayat ini terhadap kejadian masakinihim Pilpres, bisa diibaratkan beban berat penistaan agama sama dengan penjara, dan tafsir mimpi yang tepat, ibarat FATWA MUI yang akhirnya bisa membuktikan salahnya penistaan agama, yang menjadi salah satu pemberat dalam sidang pengadilan buah dari gerakan 212 yang sangat fenomenal.
Mendengar ada keajaiban di penjara, raja jadi teringat akan mimpinya yang sulit sekali dibaca dan dipecahkan, apa arti di balik mimpinya itu, kemudian dibebaskanlah Nabi Yusuf a.s. dari penjara dan diminta untuk membantu menafsirkan mimpi Sang Raja.

Nabi Yusuf a.s pun kemudian menyampaikan kepada raja bahwa arti mimpinya adalah bakal terjadi kemarau selama tujuh tahun, dan di dahului musim hujan/subur tujuh tahun.  Terkejutlah Sang Raja mendengar tafsir mimpi tersebut. Raja meminta Nabi Yusuf a.s untuk membantu menghadapi masalah ini, agar program-program  pembangunan di kerajaannya tidak terganggu kemarau tujuh tahun, dan Nabi Yusuf a.s menyanggupinya.

Nabi Yusuf  kemudian membantu Raja untuk memberikan arah kebijakan Raja, agar masa hujan/subur selama tujuh tahun digunakan untuk menabung logistik/bahan makanan dan sumber air, sebagai persiapan untuk menghadapi kemarau tujuh tahun, dan apa yang dilakukan raja sesuai dengan yang dinasehatkan nabi Yusuf a.s,

Kejadiannya benar sekali dan tidak meleset, terjadi kemarau tujuh tahun.  Nabi Yusuf beserta rakyatnya mampu menghadapi kesulitan kemarau tujuh tahun yang demikian dahsyat itu dengan tabungan logistik yang sudah dipersiapkan sejak tujuh tahun sebelumnya

Refleksi cerminan hikayat tersebut dalam masakinihim PILPRES, ...
Presiden mengangkat KMA menjadi cawapres, berkehendak untuk dapat mewujudkan impiannya dalam membangun infrastruktur yang kuat, dan hal ini tidak boleh terganggu oleh kemarau atau rongrongan demo, demo, demo yang tidak proporsional dan tidak ada habisnya, 

KMA sepakat untuk membantu Presiden dalam cita-cita mewujudkan mimpinya itu, demikianlah survey batiniah Al'Quran sangat jelas sekali, kalau Yusuf adalah seorang Nabi, KMA adalah seorang Ulama yang merupakan Warasatul Ambiya, dan kalau Yusuf mendapatkan mu'zizat dari Allah Swt., maka KMA mendapatkan Karomah dari Allah Swt.
Kalau Yusuf as jadi wapresnya Raja, maka KMA jadi wapresnya JKW
Luar biasa hasil survey batiniah ini terkoneksi menjadi refleksi cermin Masakinihim PILPRES 2019
setelah Nabi Yusuf di percaya Raja, kemudian manakala raja mundur dari tahta dan tidak bisa mencalonkan lagi, akhirnya Nabi Yusuf as otomatis dinobatkan jadi Raja
Inilah refleksi cerminan kelak 2024, manakala JKW tidak bisa mencalonkan lagi, maka KMA bisa menjadi raja.  Usia lanjut bukan halangan dalam memimpin negara, tua ataupun muda yang paling penting mempunyai kemampuan memimpin bangsa untuk menjadikan negara Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghaffur.

Sebagai pembanding sa'at ini kepemimpinan Mahathir Muhammad 92 tahun tidak diragukan, kemudian di Iran Khomaeni, dan khulafaur rasyidin Khalifah Abu Bakar ra dan Utsman bin Affan ra.  Mereka semua pemimpin usia lanjut, dan di Al-Qur'an pun tercatat Nabi Ibrahim as dan Nabi Zakaria as. berusia lanjut, terlebih Nabi Nuh as, yang di catat di Al-qur'an mempunyai usia 950 tahun. Allahu Akbar, kalau sudah berkehendak, tidak ada yang Mustahil dalam kuasa Allah Swt.
Disanalah perlunya Iman, dan patut disyukuri oleh ummat Islam di Indonesia, sekarang sudah lahir Cawapres Ulama, kalau bukan karena kasih sayang Allah Swt., tidak mungkin hal ini terjadi.
Kembali kepada refleksi cermin hikayat Nabi Yusuf as., maka otomatis terbantahkan kalau posisi wapres tidak strategis, bahkan dengan kekuatan Nabi Yusuf a.s., arah kebijakan Raja pun semuanya bisa dikendalikan oleh Nabi Yusuf a.s.
Sekarang telah lahir cawapres KMA, maka ummat Islam sangat bersyukur, mudah-mudahan KMA seperti Nabi Yusuf a.s. Sehingga Indonesia menjadi negara yang Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghaffur, berada dalam naungan Ridho Allah dan Cahaya Al-Qur'an karena mempunyai Pemimpin Ulama yang merupakan Al-Qur'an berjalan. Aamiin YRA.
Kepemimpinan KMA sudah teruji, semasa menjadi pengurus hingga Ketua MUI saja sudah mampu melahirkan Bank Muammalat dan sekarang Bank Wakaf, terlebih kalau menjadi Wapres. Ummat Islam mempunyai harapan besar, membangun sistem Islami di negara muslim terbesar di dunia ini. ALLAHU AKBAR
Demikianlah Survey Batiniah, yang Insya Allah bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dan barometer dalam membaca gebyar PILPRES 2019.



Red/amf

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.