Korban Pembunuhan di SPBU Ciburuy Padalarang Ternyata Pengamen


BAKINUPDATE.COM,- Padalarang KBB - Tanpa memerlukan waktu berlama-lama, akhirnya polisi berhasil  mengungkap kasus penemuan mayat penuh luka di SPBU Ciburuy, Padalarang, Bandung Barat. Empat orang pelaku ditangkap.

Patut diapresiasi kineja polisi, Polsek Padalarang dan Polres Cimahi. Empat pelaku bernama Indra Irianto alias Jabir (30), Wahyu Dilar alias Dilar (21), Mulyana alias Ule (18), dan Raden Dendi Febriansyah alias BF (25). Mereka ditangkap di tempat persembunyiannya di Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Senin (27/8).

"Polsek Padalarang dan Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang sempat viral di medsos. Pelaku berjumlah empat orang," kata Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara di Polsek Padalarang, Selasa  28 Agustus 2018.

Kapolres mengatakan mayat yang identitasnya diketahui bernama Muhamad Angga Lesmana (25) itu merupakan korban pembunuhan. Korban dikeroyok keempat pelaku hingga tewas. Mayat Angga ditemukan di SPBU Ciburuy.

Seperti keterangan yang didapat dari konfrensi pers, kronologis ini berawal saat korban ditemani adik sedang nongkrong bersama pelaku. Terjadi cekcok antara korban dan pelaku hingga terjadi kejar-kejaran. Namun, ketika melarikan diri korban terpisah dengan adik dan temannya.


Para pelaku akhirnya menangkap dan membunuh korban dengan cara memukuli bersama-sama kemudian menusuk kepala bagian belakang menggunakan sebilah samurai. Setelah membunuh korban, para pelaku membakar bajunya untuk menghilangkan jejak.

"Singkat cerita ada cekcok yang membuat pelaku tidak terima kemudian mengejar korban sehingga didapat korban dan dilakukan pengeroyokan dengan senjata tajam dan pengki terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkap dia.

Cekcok korban dan pelaku dipacu oleh ketersinggungan karena korban tidak menuruti ajakan pelaku.

"Motifnya hanya ketersinggungan, cekcok, yang dipacu dari para pelaku ini memanggil dan mengajak korban tapi korban tidak mau. Karena pelaku tidak menerima baik kemudian mengejar dan mengeroyok korban," tutur dia.

"Korban mengalami luka di bagian kepala dan pelipis kiri dengan sabetan senjata tajam," menambahkan.

Selain itu, sambung Rusdy, ketika kejadian pelaku dan korban sedang menenggak minuman keras."Menurut keterangan saksi dan pelaku sendiri mereka memang sedang menenggak minuman keras," tutur Rusdy.

Para pelaku diancam dikenai pasal 170 ayat dua dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan, diantaranya dua unit sepeda motor, satu buah pembatas jalan, sisa pembakaran baju, dan satu buah samurai. 



Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.