MENGENAL BARISAN ISLAM MODERAT ( BIMA ) SERTA GERAKAN OLAHRAGA PERNAFASAN DAN BELADIRI TENAGA DALAM, BAG III

Oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia ( DMK ) - Ketua Umum DPP BIMA - Wakil Ketua Umum KADIN JABAR - Bakal Calon Bupati Kabupaten Bandung 2020

MENGAPA MEMAKAI NAMA BARISAN ISLAM MODERAT (BIMA) ?

BAKINUPDATE.COM - Dalam tempo yang sangat singkat, saya dituntut oleh keadaan untuk mendesain sebuah organisasi, karena profesi saya sebagai arsitek yang setiap saat mendesain bangunan gedung, walau sangat berbeda bentuk dan fisiknya, tapi prinsip-prinsip mendesain tidak jauh berbeda. Antara memikirkan filosolis bentuk bangunan; dan filosofis nama sebuah organisasi. Antara pondasi bangunan dengan pondasi sebuah organisasi, pantas sekali kalau Ir. Soekarno seorang Arsitek mampu membuat organisasi yang sangat kuat bernama Partai Nasionalis Indonesia (PNI), saya-pun sebagai seorang arsitek lulusan ITB, terinspirasi oleh Ir. Soekarno senior saya sendiri. Alhamdullillah, tahun 2008 saya mampu membuat Embryo Barisan Islam Moderat (BIMA), untuk menampung silaturahmi kader dan konstituen Partai Bintang Reformasi ( PBR ) yang bubar, dan  keputusan inilah sebagai bentuk tanggungjawab saya, sebagai salah seorang yang mendapat amanah pimpinan partai, pemahaman kemoderatan Kiayi Zaenudin M.Z tidak boleh sirna, tetap harus menggema sampai kapanpun juga, di tengah prahara tuduhan fitnah-fitnah keji dari kaum Liberal bahwa Moderat sama saja dengan Radikal, dan fitnah keji dari kaum Radikal kalau Moderat sama saja dengan Liberal. Ketiga golongan ideologis ISLAM ini akan selalu mewarnai kehidupan ummat Islam dari zaman ke zaman, hingga akhir zaman. LIBERALISME, MODERAT dan RADIKALISME.

Barisan Islam Moderat ( BIMA ) Filosoli dasarnya berawal pada ingin melanggengkan da’wahnya Kiayi Zaenuddin M.Z. yang sangat kental dengan telinga seluruh masyarakat Indonesia. Pada suatu ketika Kiayi ditanya oleh seorang jama’ah “Pak Kiayi shalat yang benar itu, yang mana menurut Kiayi, yang pakai husholi atau yang tanpa husholi?” dengan tenang Kiayi menjawab, “shalat yang pakai husholi benar menurut yang pakai husholi, dan shalat yang tidak pakai husholi benar bagi yang tidak pakai husholi, jama’ah masih kurang puas, lalu yang tidak benar yang mana? Kiayi menjawab lagi, hei jama’ah catat dalam hati, yang tidak benar jelas sekali adalah orang yang tidak melaksanakan shalat. Hikayat ini sangat luar biasa, bisa dijadikan inspirasi bagi saya yang sedang merenungkan nama apa yang tepat bagi suatu organisasi Islam multi mahzab dan multi keyakinan. Saya melihat jelas Kiayi dalam jawabannya mengambil jalan tengah yang sangat bijak. Ya jalan tengah, bahasa arabnya jelas wasaton, dalilnya juga jelas dalam Al Qur’an, Surat Albaqarah ayat 143 ; Wa kadzalika ja'alnakum ummatan wasaton, litakunuu syuhadaa alanas, wayakuna rosulu alaikum syahida. Allah Swt. Berfirman : Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (Umat Islam) “Umat Pertengahan” (wasaton/moderat), agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

Allahu Akbar, betapa dahsyatnya Al-Qur'an menempatkan kata Wasaton, tepat dipertengahan surat Al-Baqarah yang berjumlah 286 ayat, dan jika dibagi dua hasilnya 143, hal ini menunjukkan betapa Maha pentingnya kata Wasaton yang di tempatkan Allah Swt., untuk mengingatkan kita semua Ummat Islam, agar menjadi ummatan Wasaton

Prinsip Kiayi Zainuddin M.Z dalam menjelaskan kepada jama’ahnya menunjukkan sikap Wasaton (pertengahan), menunjukkan sikap Bijaksana dalam memandang permasalahan, Wasaton dan Bijaksana dalam terminologi bahasa kekinian adalah Moderat. Lahirnya kata “Moderat” berasal dari terminologi bahasa barat yaitu sebutan bagi orang-orang “Modern” yang bersikap sangat kritis dan selalu mengambil jalan tengah dalam setiap menyelesaikan berbagai permasalahan dengan pijakan kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang di zaman “Modern”. Berdasar pada pijakkan ini, dalam tempo yang singkat terlintas ide suci, bahkan saya yakin ide suci ini adalah ilham dari Allah Swt., maka saya namakan organisasi yang tepat adalah dengan nama Barisan Islam Moderat (BIMA). Sedangkan singkatan BIMA mengingatkan kepada perjuangan Walisongo dalam penyebaran Islam melalui Budaya Kultural, Walisongo benar-benar bijaksana, memakai strategi jalan tengah yang sangat moderat, dalam menyebarkan Agama Islam di tengah kokohnya Agama Hindu dan Budha. Hasilnya sangat luar biasa dan sangat ajaib, hampir seluruh Bangsa Indonesia berpindah agama dari agama Hindu dan Budha masuk menjadi agama Islam.

Walisongo dalam salah satu strategi da’wahnya merubah alur cerita wayang yang merupakan asli ajaran Hindu, di rubah alur ceritanya menjadi Islam, sebagai contoh Pendawa di asosiasikan dengan Penda’wah, Arjuna singkatan dari Arjun Jannah (Jalan ke Surga) dengan pusakanya Panca Roba, Panca artinya Lima dan Roba artinya Waktu, jadi kalau disatukan artinya untuk jalan ke surga harus melaksanakan shalat lima waktu. Dan hal ini, harus diawali dengan niat ikhlash dengan ucapan Bismillah yang dikonotasikan dengan BIMA, putra kedua dari Pendawa lima. Menurut cerita Walisongo, BIMA sangat kuat dengan ajiannya yang terkenal Bandung Bandawasa, diartikan oleh Walisongo dengan arti Membendung nafsu Kebendaan dan Kekuasaan, oleh karena itu BIMA walaupun lebih kuat dari kakaknya Yudistira, tidak obsesi menjadi raja, tetap ikhlash menerima kedudukannya sebagai patihnya Yudistira. BIMA dalam bahasa Arab mengandung arti “dengan apa yang”, hal ini menjadi kata kunci “mengingatkan” dengan apa kita bisa selamat? dan dengan apa kita bisa masuk Syurga? jelas sekali keyakinan kita semua ummat Islam, bisa selamat dunia akhirat dan bisa masuk syurga "dengan apa yang” di turunkan Allah Swt, apalagi kalau bukan Al-Qur’anul Karim, dalam penggalan surat Al-Baqarah ayat empat, tegas sekali kata kunci mengingatkan kepada kita semua “ Bima unzila ilaika” artinya “dengan apa yang” diturunkan kepada kamu (Al- Qur’an).

Demikianlah sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang bermuatan ideologis telah berdiri kokoh,  siapapun yang mempunyai satu visi mengenai kemoderatan dalam ISLAM, bisa bergabung dengan Barisan Islam Moderat ( BIMA ). RED

MENGENAL BARISAN ISLAM MODERAT ( BIMA ) SERTA GERAKAN OLAHRAGA PERNAFASAN DAN BELADIRI TENAGA DALAM - BAGIAN I

MENGENAL BARISAN ISLAM MODERAT ( BIMA ) SERTA GERAKAN OLAHRAGA PERNAFASAN DAN BELADIRI TENAGA DALAM, BAG II

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.