Alasan Ade Nasihin Laporkan Oknum Polisi Polsek Cibadak Ke Propam Polda Jabar


BAKINUPDATE.COM,- SUKABUMI -  Ade Nasihin selaku orangtua Vidi Vauzan Nurfadillah merasakan ada kejanggalan atas proses hukum yang yang menimpa anaknya. Kejanggalan itu dirasakan Ade dari mulai  penangkapan tanpa surat tugas penangkapan, tuduhan/sangkaan yang awalnya  tidak dijelaskan tersangkut perkara apa,  barang bukti yang janggal serta proses lidik oleh kepolisian Polsek Cibadak Kabupaten Sukabumi  pasca anaknya ditahan.

Karena hal tersebutlah Ade Nasihin melaporkan oknum penyidik Polsesk Cibadak ke Propam Polda Jabar.

Ditemui di rumahnya, Ade Nasihin menjelaskan kepada Biro Bakinupdate Sukabumi kronologis penangkapan anaknya.

Rabu 25 september 20019 telah terjadi penangkapan di kecamatan Cikole Kota Sukabumii dimana terduga dan orang tuanya sedang membikin kartu keluarga.

Penangkaapan dilakukan oleh Polresta Sukaumi yang dipimpin oleh Panit bernama Asep.  Dalam penangkapan tersebut, Ade Nasihin selaku orang tua Vidi menanyakan surat penangkapan kepada polisi. Salah seorang polisi yang bernama Asep (panit ) hanya berkata  "selesaikan dikantor.."

Akhirnya orang tua terduga mengikuti  dengan memakai  sepeda motor ke Polresta sukabumi.

Tiba di Polresta Sukabumi, terduga Vidi  sudah ada di polresta tapi dalm posisi masih di mobil.
Ketika bertemu dengan Panit Asep, Ade Nasihin menanyakan kembali Surat Tugas dan Surat Penangkapan

Panit Asep  mengatakan bahwa ia  hanya dipinta bantuan oleh Polsek Cibadak. Dan menyuruh nunggu orang tua terduga ditemapat tunggu.

Selang satu jam ada telpon dari yang bernama Riki yang mengaku dari Polsek Cibadak yang mengabarkan bahwa anak bapak sudah diamankan oleh Polsek Cibadak.

Akhirnya setelah menadapat telpon dari petugas Polsek Cibadak, Ade Nasihin meluncur menuju Polsek cibadak.

Ade Nasihin bertemu dengan polisi yang bernama  Riki.  Polisi Riki menegur kenapa bapak datang kepolsek kan belum disuruh datang.

Ade Nasihin jelaskan   datang ke Polsek Cbadak karena saya ingin tahu sejauhmana yangdituduhkan oleh polisi karena dalam penangkapan tidak ada surat penangkapan dan surat tugas.

Anggota yang bernama Riki masuk lagi ke ruangan. Saya nungu diluar.

Ada kurang lebih satu jam keluarlah Polisi Riki dengan anak saya dimana anak saya didorong dorong dan saya berkata bapak jangan memperlakukan kasar seperti itu.

Pada saat lagi berdebat keluarlah anggots Polresta yang bernama Asep itu nemui saya dan dia berkata: "Ada apa Pak?"

Saya jawab itu penyidik yang bernama Riki kasar terhadap anak saya tidak selayaknya seorang penyidik berbuat arogan kepada terduga.

Panit Asep bilang dia sudah memeriksa Vidi, hasil pemeriksaan  tidak ada pengakuan dari terduga Vidi dan dia pun bilang tidak ada kekerasan dalam proses pemeriksaan Vidi.

Akhirnya,  anggota Polresta Sukabumi pamit  pergi ke Polresta lagi, sementara  saya menunggu di Polsek Cibadak sampai jam 20.00 WIB.

Pada waktu saya jenguk,  anak saya sudah ada dalam sel tahanan dan dia bilang bahwa dia dipaksa harus mengakui perbuatan pencurian yang dituduhkan kepada anak saya meskipun anak saya tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan.

Saya tanyakan apakah BAP sudah ditandatangan? Anak saya mengaku dia dipaksa oknum polisi Riki untuk mengaku dan menandatangani BAP.

Kamis 26 september jam 9 pagi saya bermaksud menemui anak saya akan tetapi tidak berada di dalam selnya.

Petugas penjaga menjelaskan bahwa anak saya dibawa sama Pak Kanit dalam rangka pengembangan. Saya pun menunggu di tempat tunggu.

Menurut keterangan Kanit Polsek Cibadak, bahwa anak saya yang bernama Vidi sudah DPO dalam kasus 365/363. Ketika saya tanyakan mana surat DPO nya, Kanit tersebut tidak memperlihatkan surat DPOnya. Dan saya tanyakan juga kenapa dalam penangkapan kemarin tidak ada surat penangkapan dan surat tugasnya?

Hari sabtu sekira jam 10 saya mendapat telpon dari saudara saya dan istri terduga dimana dia kirim poto anak saya tangan dan diatas hidung luka luka.... Saya sungguh kaget dan kecewa mendengar hal itu.

Rabu saya menelpon panit dan menanyakan sejauh mana kronologis anak saya, dia jawab  anak Bapak kebagian 40 juta pertama terus dia bilang 25 juta dan dia berkata cincin sebagai Barang Bukti di Polresta  Sukabimi dan Barang Bukti (BB) berupa cincin masih di Polsek Cibadak..  Padahal cincin yang dijadikan BB itu adalah saya sendri yang suruh beli sesui pembelian tanggal 26 Juni  2018 sementara TKP yang dituduhkan TKP 2019.

Yang menjadikan pertanyaan saya selaku keluarga di dalam penahanan tersebut ada yang namanya Asep. Orang yang bernama Asep dituduh yang menerima barang hasil kejahatan dan dia ditahan di Polsek Cibadak padahal Asep tidak kenal dengan anak saya.  Akhirnya Asep  menurut anak saya dibebaskan setelah ditahan 7 hari di Polsek cibadak.

Dalam kasus kejadian yang dituduhkan di Polresta Sukabumi,  anak saya  dituduh  melakukan pencurian.  katanya dimana saudara Iseng sendri yang katanya ngasih gambaran rumah kosong dan kebagiaun uang satu juta rupiah. Akan tetapi Sdr Iseng itu  akhirnya dibebaskan oleh pihak Polsek Cisaat  setelah ditangkap pada malam Rabu dan pada hari Kamis dibebaskan.

Dalam akhir perbincangannya, Ade Nasihin berharap, perkara yang menimpa anaknya harus sesuai dengan SOP, tidak ada intimidasi ataupun pemaksaan apalagi kekerasan, baik kekerasan fisik ataupu kekerasan verbal.

Dia juga mengatakan akan terus mencari keadilan, dengan menempuh hal hal yang sesuai dengan koridor hukum yakni praperadilan.


Berita terkait:

Ade Nasihin (Wartawan) Laporkan Oknum Polisi Polsek Cibadak Kab. Sukabumi ke Propam Polda Jabarhttp://www.bakinupdate.com/2019/10/ade-nasihin-laporkan-oknum-polisi.html



Biro Sukabumi/Cepi


Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.