Eksepsi Terdakwa Kasus Curas Meminta Majelis Hakim PN Sukabumi Untuk Membebaskan Dari Semua Tuduhan Jaksa


BAKINUPDATE.COM,- SUKABUMI -  Sidang lanjutan dugaan  kasus pasal 365 pencurian dengan kekerasan dengan terdakwa 3 orang, Vidi vauzan, Herman dan Burhan digelar di Pengadilan Negri Cibadak Kabupaten Sukabumi, Rabu 21 November 2019.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Djoko Wiryono Budhi Sarwoko,  SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum  Alfian, SH, MH tidak hadir dan digantikan oleh Jaksa Pengganti Dafhi Adliansyah  Arshad, SH., MH.
Agenda sidang adalah pembacaan eksepsi oleh ketiga terdakwa.

Dalam sidang tersebut, ketiga terdakwa menolak semua dakwaan Jaksa dan meminta Majelis Hakim untuk membebaskan dari semua tuduhan. Terdakwa Herman membacakan sendiri eksepsinya di depan Majelis Hakim. Eksepsi ditulis dengan tulisan tangan dan dibacakan di depan Majelis.

Dalam eksepsinya Herman membantah semua dakwaan jaksa, ia menjelaskan bahwa tidak pernah melakukan tuduhan seperti dalam dakwaan.  Disebutkan bahwa selama proses di kepolisian, ia dipaksa oleh penyidik Polsek Cibadak Kabupaten Sukabumi untuk mengakui semua perbuatan yang dituduhkan. Dan untuk semuanya itu, ia mengalami kekerasan fisik, dipukul. Kepalanya dimasukkan kantong plastik dan dipukuli. Karena tidak tahan mengalami kekerasan fisik, akhirnya mengakui seperti yang dituduhkannya.

Senada dengan terdakwa Herman, terdakwa Burhan pun mengalami hal serupa dengan Herman, yakni mengalami pemaksaan untuk mengakui semua yang dituduhkan, padahal tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan dan meminta Majelis untuk membebaskan.

Eksepsi terdakwa Vidi Vauzan Nur Fadilah, dibacakan oleh Penasihat Hukum, Muhammad Said Karim, SH. Hendra Rukmana, SH, Yuni Yuliani, SH dari Biro Bantuan Hukum BAKIN Bandung.

Dalam eksepsinya, Said Karim meminta Majelis Hakim untuk membatalkan semua dakwaan Jaksa karena beberapa alasan di antaranya, bahwa  penangkapan Vidi Vauzan dinilai tidak sah karena tidak dilengkapi dengan Surat Penangkapan, dan terdakwa Vidi Vauzan dalam proses selanjutnya dipaksa untuk mengakui yang dituduhkan.

Disebutkan juga bahwa dalam dakwaan jaksa, penadah dari barang hasil kejahatan ketiga tersangka yang bernama Asep  sekarang berstatus DPO. Akan tetapi faktanya, penadah yang bernama Asep itu pernah ditahan selama 7 hari dan sudah dibebaskan oleh pihak kepolisian.

Dijelaskan oleh penasihat hukum, bahwa terdakwa Vidi Vauzan mengalami kekerasan fisik sehingga yang besangkutan karena tidak kuat menanggung rasa sakit terpaksa mengakui semua perbuatan yang dituduhkan dengan menandatangani BAP dan Vidi Vauzan faktanya tidak kenal sama sekali dengan terdakwa Herman dan terdakwa Burhan.  Begitupun sebaliknya ketiganya tidak saling mengenal.

Dikatakan lebih lanjut,  bahwa untuk dugaan pelanggaran etika dan kekerasan oleh penyidik Polsek Cibadak, keluarga terdakwa Vidi Vauzan Nur Fadilah telah melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke Propam Polda Jawa Barat dan prosesnya sedang berjalan.

Menanggapi eksepsi ketiga terdakwa, Jaksa Penuntut akan menanggapinya eksepsi terdakwa dan meminta waktu seminggu. Majelis memutuskan menunda sidang dan dilanjutkan minggu depan dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut atas eksepsi terdakwa.


Biro Sukabumi Raya

Tidak ada komentar

MEDIA BAKIN. Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.